LOGO PASPI WEB

Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut Tidak Meningkatkan Emisi GHG Lahan Gambut 2022

Menurut laporan Wetland International (Joosten, 2009) sekitar 90 persen lahan gambut Indonesia merupakan lahan gambut rusak (degraded peat land). Pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit dari berbagai penelitian ternyata menurunkan emisi GHG lahan gambut (Tabel 1).

Tabel 1.  Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Gambut Menurunkan Emisi CO2 Lahan Gambut (degraded peat land)

Land Use Peat landEmisi Ton CO2/ha/ TahunPeneliti
Hutan gambut primer78,5Melling, et al., (2007)
Hutan gambut sekunder127,0Hadi, et al., (2001)
Kelapa sawit gambut57,6Melling, et al., (2007)
Kelapa sawit gambut55,0Melling, et al., (2005)
Kelapa sawit gambut54,0Hooijer, et al (2006)
Kelapa sawit gambut54,0Murayama dan Bakar (1996)
Kelapa sawit gambut38,0Melling and Henson (2009)
Kelapa sawit gambut31,4Germer and Sauaerborn (2008)

Emisi GHG gambut sekunder (degraded peat land) mencapai 127 ton CO2/hektar/tahun. Dengan penanaman kelapa sawit di lahan gambut emisi GHG berkurang menjadi 55-57 ton CO2/hektar/tahun (Melling, et al., 2005, 2007). Murayama dan Bakar (1996), Hooijer (2006) menemukan angka emisi yang lebih rendah yakni 54 ton CO2/hektar/tahun. Bahkan penelitian Germer and Sauaerborn (2008) menemukan emisi GHG perkebunan kelapa sawit di lahan gambut jauh lebih rendah yakni hanya 31,4 ton CO2/hektar/tahun. Perbedaan hasil penelitian tersebut antara lain mungkin disebabkan perbedaan kedalaman dan kualitas gambut serta tata kelola perkebunan kelapa sawit di lahan gambut.

Hasil penelitian Sabiham (2013), menunjukkan (Tabel 2) bahwa stok karbon bagian atas lahan gambut makin meningkat dengan makin bertambahnya umur tanaman kelapa sawit. Pada umur dewasa stok karbon pada kebun sawit gambut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan stok karbon hutan gambut sekunder (degraded peat land).

Tabel 2.   Perbandingan Stok Karbon Bagian Atas Lahan Gambut pada Hutan Gambut dan Perkebunan Kelapa Sawit Gambut

Land Use GambutStok Karbon (ton C/ha)
Hutan Gambut Primer81,8
Hutan Gambut Sekunder57,3
Kelapa Sawit: – Umur di bawah 6 tahun – Umur 9-12 tahun – Umur 14-15 tahun  5,8 54,4 73,0
Sumber: Sabiham (2013)

Berdasarkan fakta empiris di atas menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit di lahan gambut bukanlah meningkatkan emisi GHG gambut, justru sebaliknya menurunkan emisi GHG lahan gambut. Dengan demikian, pemanfaatan lahan gambut sekunder menjadi perkebunan kelapa sawit yang dikelola sesuai azas-azas keberlajutan dapat mengurangi emisi GHG gambut dibandingkan dengan dibiarkan sebagai lahan gambut sekunder.

SHARE THE TRUTH

0 0 votes
Berikan Rating Untuk Artikel Ini
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
MARI BERLANGGANAN PASPI NEWSLETTER