Oil palm plantation companies do not engage in partnerships.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak menjalankan kemitraan.

  • English
  • Indonesian

Regarding oil palm plantation development programs with local economies, there are several forms of partnership: (1) Nucleus-plasma partnerships, (2) Partnerships of independent palm farmers, (3) Partnerships with SME goods suppliers and (4) Partnerships with SME services suppliers. The four forms of partnership occur in oil palm plantation companies in line with the development phase of the company concerned. The distribution of the value of partnership transactions for the four types of partnership is presented in Figure 1.

The nucleus-plasma partnership is an obligation as stipulated in the Plantation Law and its implementation stipulates that corporate partnerships with private individual-run palm plantations should be a minimum of 20 percent. In general, the fact those private individual-run palm oil plantations reached 42 percent in 2014 shows that partnerships between corporate and private individual-run palm plantations have increased well above the minimum requirement of 20 percent.

The largest value of partnership transactions is in nucleus-plasma relations, namely the purchase of plasmas’ FFB amounting to 41 percent of the total transaction value of the partnerships. This is followed by the transaction value of independent palm farmers, suppliers of goods and suppliers of services. The value of partnership transactions is generally increasing (Figure 2).

Compared to the transaction value of 2006 (2006 = 100), the real partnership transactions has increased from year to year. In 2013, the value index of partnerships stood at 357, which means the value of partnership transactions in 2013 increased more than 3.5 times the value of 2006.

The data above show that oil palm plantations generally run partnerships, and these increase from year to year. The existing partnerships are still fewer than demanded by many local communities and not all palm oil plantations have developed partnerships as expected. The number of partnerships with private individuals needs to be improved and expanded so that growth and an even distribution of development go hand in hand.

Dikaitkan dengan program pengembangan perkebunan dengan ekonomi lokal, ada beberapa bentuk kemitraan yang dilakukan yakni (1) Kemitraan inti plasma, (2) Kemitraan petani sawit mandiri, (3) Kemitraan dengan UKM pemasok barang dan (4) Kemitraan dengan UKM pemasok jasa. Keempat bentuk kemitraan tersebut berjalan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit sesuai dengan fase perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Distribusi nilai transaksi kemitraan untuk keempat jenis kemitraan tersebut disajikan pada Gambar 1.

Kemitraan inti plasma merupakan kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perkebunan dan peraturan pelaksanaannya yang menetapkan bahwa kemitraan perusahaan dengan sawit rakyat minimum 20 persen. Secara umum, kebun sawit rakyat yang mencapai 42 persen pada tahun 2014 menunjukkan bahwa kemitraan antara perusahaan dengan sawit rakyat sudah berjalan bahkan di atas syarat minimum yang ditetapkan yakni 20 persen.

Nilai transaksi kemitraan yang terbesar adalah dalam hubungan inti plasma yakni pembeliaan TBS plasma yang mencapai 41 persen dari total nilai transaksi kemitraan. Kemudian diikuti dengan nilai transaksi petani sawit mandiri, supplier barang dan supplier jasa. Nilai transaksi kemitraan secara umum meningkat (Gambar 2).

Dibandingkan dengan nilai transaksi 2006 (2006 = 100) secara nilai riil transaksi kemitraan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2013 indeks nilai kemitraan mencapai 357 yang berarti nilai transaksi kemitraan tahun 2013 meningkat lebih dari 3 kali lipat dari nilai tahun 2006.

Data di atas menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit secara umum telah melakukan kemitraan yang makin meningkat dari tahun ke tahun. Kemitraan yang ada memang masih kurang dibandingkan banyaknya permintaan masyarakat lokal. Selain itu mungkin juga belum semua perusahaan perkebunan sawit mengembangkan pola kemitraan yang diharapkan. Kebutuhan akan kemitraan dari masyarakat tersebut secara bertahap  masih perlu ditingkatkan dan diperluas agar pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berjalan seiring.

Figure 1 Value of partnership transactions with oil palm plantations

Value of partnership transactions with oil palm plantations

Source : PASPI, 2014

Figure 2 Index of average transaction value between plantation companies and local partners

Index of average transaction value between plantation companies and local partners

Source : PASPI, 2014

Share this Article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

You May Also Like These Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *