DEVISA SAWIT DALAM NERACA PERDAGANGAN INDONESIA 

DEVISA SAWIT DALAM NERACA PERDAGANGAN INDONESIA 

Selama 2015–2024, devisa sawit terbukti menjadi pilar utama ketahanan neraca perdagangan Indonesia. Kombinasi devisa ekspor dan devisa substitusi impor meningkatkan surplus dari USD 7,5 miliar (2015) menjadi USD 31 miliar (2024). Tanpa kontribusi sawit, perekonomian Indonesia berisiko mengalami defisit struktural. Ke depan, kebijakan hilirisasi dan mandatori biodiesel perlu dijaga konsistensinya agar manfaat devisa sawit tetap berkelanjutan.

REINVESTASI DANA SAWIT PADA RISET INOVASI DAN INVENTION-INNOVATION GAP

Akumulasi Reinvestasi Dana Sawit pada Program Riset Sawit

Inovasi merupakan kunci keberlanjutan suatu perusahaan, industri, dan perekonomian. Sumber pertumbuhan yang mengandalkan kelimpahan sumberdaya alam (factor-driven) maupun modal (capital-driven) memiliki keterbatasan. Di sisi lain terdapat sumber pertumbuhan yang hampir tak memiliki batasan yakni inovasi (innovation-driven). Sepanjang inovasi terus dilakukan, pertumbuhan akan tetap terjadi. Sebaliknya, banyak produk atau perusahaan yang terdisrupsi (gagal bertumbuh bahkan bangkrut) […]