Peran Strategis Ekonomi Hijau Sawit dalam Transformasi Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Peran Strategis Ekonomi Hijau Sawit dalam Transformasi Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

Ekonomi Hijau Sawit merupakan manifestasi konkret dari transformasi Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi inklusif, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan. Industri sawit, dengan multifungsi yang melekat dan potensi inovasi yang besar, telah membuktikan posisinya sebagai sektor strategis dalam ekonomi hijau nasional.

Perkebunan dan industri sawit telah menunjukkan bahwa manfaat atau kontribusi yang dihasilkan telah on the right track atau selaras dengan prinsip ekonomi hijau yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif, kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, serta mengurangi risiko lingkungan termasuk mengurangi emisi karbon. Bukti empiris menunjukkan kontribusi nyata industri sawit dalam ketiga dimensi ekonomi hijau tersebut.

Kebijakan Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission (NZE) Indonesia Serta Tiga Jalur Kontribusi Sawit 2023

NDC - NZE

Potensi industri sawit berkontribusi pada pencapain NDC dan NZE sangat besar yakni melalui perkebunan sawit sebagai net carbon sink, menghasilkan bioenergi sawit low carbon mengganti energi fosil yang high carbon, serta kombinasi perbaikan teknologi dan manajemen hulu-hilir industri sawit untuk menurunkan emisi lebih lanjut. Tiga jalur kontribusi tersebut merupakan joint product industri sawit sebagai penghasil oleofood, oleokimia, dan bionergi/biofuel. Oleh karena itu, industri sawit perlu dijadikan pemerintah salah satu lokomotif penting (bersama sektor kehutanan) yang tidak hanya untuk mencapai NDC dan NZE, tetapi juga lebih luas yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan.