Asal Usul Lahan Sawit [Infografis 2023]
![6B. Asal usul Lahan Sawit Asal Usul Lahan Sawit [Infografis 2023] Asal usul Lahan Sawit](https://palmoilina.asia/wp-content/uploads/2023/12/6B.-Asal-usul-Lahan-Sawit.webp)
Berbagai riset seperti Erniwati et al. (2017) dan Santosa et al. (2020) juga mengungkapkan hal serupa yakni perkebunan sawit Indonesia tidak langsung berawal dari konversi hutan, melainkan dari konversi hutan menjadi semak belukar (degraded land) atau lahan pertanian/agroforestry, baru kemudian menjadi perkebunan sawit. Selain peneliti Indonesia, peneliti internasional juga mengungkapkan hal yang sama. Studi Jean-Marc Roda dari French Agricultural Development Institute (CIRAD) tahun 2019 mengungkapkan bahwa laju deforestasi Indonesia menurun seiring dengan peningkatan luas kebun sawit sehingga sawit bukan menjadi penyebab utama dari deforestasi Indonesia.
3 Generasi Bioenergi Sawit

bioenergi sawit merupakan energi terbarukan (renewable energy). Selama matahari bersinar dan masih terdapat karbon dioksida di atmosfer bumi, bioenergi sawit akan terus diproduksi. Berbeda dengan energi fosil yang merupakan energi tak terbarukan yang jumlahnya semakin menipis. Bahkan derajat keberlanjutan dari bioenergi sawit generasi kedua dan ketiga semakin tinggi karena diproduksi dari “limbah sawit” yang tidak bernilai.
Deforestasi Global: Perjalanan, Realitas, dan Kontroversi Perkebunan Sawit (2023)

Studi Lund (2013) menemukan bahwa definisi hutan yang berbeda-beda dari aspek administratif, land cover, land use, land capability, serta menemukan hampir sekitar 1,600 pengertian hutan dan sekitar 240 definisi pohon yang berlaku di berbagai negara di dunia baik pada level lokal, nasional maupun internasional. Dengan definisi hutan yang beragam tersebut juga membuat deforestasi memiliki definisi yang beragam mengikuti variasi pengertian hutan yang dianut.
Begini Ternyata Sejarah Perkebunan Sawit Indonesia… (2023)

Kelapa sawit tidak hanya dimanfaatkan dari sektor hulu saja, tapi pemanfaatannya juga berkembang hingga ke hilir. Pada tahun 1976, guna memperluas pemanfaatan dan nilai tambah minyak sawit dalam negeri, pemerintah Indonesia membangun industri hilir pertamanya yaitu PAMINA yang berlokasi di Adlina, Sumatera Utara.
Minyak Sawit Mengandung Kolesterol Jahat ? (2023)

Studi-studi ilmiah juga mendukung fakta bahwa minyak sawit tidak memengaruhi tingkat kolesterol dalam tubuh. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak sawit dapat membantu menurunkan tingkat kolesterol LDL (jahat) sekaligus meningkatkan tingkat kolesterol HDL (baik) dalam darah, memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Jadi, minyak sawit dapat menjadi bagian dari diet yang seimbang dan membantu melindungi kesehatan jantung.
Melawan Krisis Pangan, Sawit Feeding The World 2023

Hari Pangan Dunia yang dirayakan setiap tanggal 16 Oktober menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya keberlanjutan pangan di tengah tantangan global yang terus berkembang, salah satunya krisis pangan. Perubahan iklim yang cepat, tensi geopolitik menguat (perang Rusia-Ukraina; perang di Timur Tengah), dan ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya pangan menjadi tantangan global dalam rangka memastikan ketersediaan pangan […]
Minyak Sawit Kaya Vitamin E dan Antioksidan (2023)

Kemampuan antioksidan yang kuat dalam minyak sawit memungkinkan vitamin E untuk berkontribusi dalam mencegah berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Selain itu, vitamin E juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit, mata, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesuburan organ reproduksi.
Petani Sawit Sejahtera, Sawit Jaya (2023)

Studi Syahza et al. (2021) mengungkapkan bahwa rata-rata pendapatan petani sawit di Riau mencapai Rp 6,4 juta per bulan untuk lahan seluas 2-4 hektar, atau sekitar Rp 2,1 juta per hektar per bulan.
Apakah Sawit Penyebab Emisi GRK Global ? 2023

Dalam menghadapi isu emisi GRK dan dampaknya terhadap pemanasan global, penting bagi kita untuk memahami peran berbagai sektor dan bergerak menuju solusi yang berkelanjutan dalam mengurangi emisi GRK yang terus meningkat. Klaim yang mengaitkan kelapa sawit dengan emisi GRK harus diperkuat dengan data dan fakta yang akurat. Ini adalah langkah pertama menuju tindakan yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan pemanasan global yang terus mendesak.