Application of Red Palm Oil on Food and Micronutrient Products

  • English
  • Bahasa Indonesia

Crude Palm Oil (CPO), or more commonly known as the raw material for making cooking oil. CPO has a yellowish red color which indicates high carotenoid content which has many benefits for health. Food technology researchers have conducted research to obtain palm oil that has removed its impurities (such as free fatty acids, gums and heavy metals) and without the bleaching process. In order to obtain Red Palm Oil which is still rich in beta carotene and vitamin E.

Source: okezone.com

But unlike palm cooking oil that is sold in the market, Red Palm Oil is less suitable for use as a cooking oil for deep frying. This is because the reddish yellow color of Red Palm Oil will affect the color of fried foods. In addition, the frying process by using hot temperatures can eliminate the content of beta carotene in Red Palm Oil.

Applications that are more suitable for consuming Red Palm Oil as a food product are for use with exposure to temperatures that are not too high or when the heat contact is not too long. Red palm oil can be used as oil for sauteing, salad oil, emulsion drinks, spreads products (mayonnaise, margarine, etc.). So that the beta carotene content in Red Palm Oil can be consumed by consumers.

 

Hindah Jatiningrum Muaris as editor in chief of Kulinologi Magazine also said that the texture of Red Palm Oil is like margarine so it does not change the taste when mixed with food. In line with that, Sri Anna Marliyati and Asriyanti Apriliani, a research team from the Department of Community Nutrition said that using red palm oil as a substitute for butter in making bread produces the best formula because it does not contain trans-fatty acids so it does not increase cholesterol.

Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si from SEAFEST Center of IPB has also made an innovation by applying Red Palm Oil by making emulsion products as supplement ingredients in powder form. In this form of microencapsulate the effectiveness of red palm oil is better because the microcapsule coating material can protect and extend the shelf life of carotene in red palm oil that is easily damaged by the oxidation process.

Red palm oil

Beta carotene content that is high enough in Red Palm Oil up to 650 ppm has the potential to prevent coronary heart disease, cancer, and replace cells that have been damaged. In addition, beta carotene contained in Red Palm Oil can be absorbed more efficiently by the small intestine compared to other food sources of beta carotene. The high beta carotene content in Red Palm Oil is also able to resolve vitamin A deficiency, which has been a health problem in many developing countries, like in Indonesia. There have also been many studies that prove that consumption of Red Palm Oil has been shown to be effective in improving vitamin A status in children and mothers.

The potential of Red Palm Oil as a source of beta carotene or Pro-vitamin A can also be used as a solution for the implementation of SNI Palm Cooking Oil 7709: 2019. The SNI requires that palm cooking oil must contain vitamin A and/or Pro-vitamin A with a minimum amount of 45 IU/g. So far, Indonesia has fulfilled the needs of Vitamin A sourced from imports so that the implementation of the SNI will further add to the burden of Indonesia’s trade balance deficit.

Therefore, Prof. Purwayitno Hariyadi recommended the addition of Red Palm Oil which is rich in beta carotene as a fortifican for palm cooking oil, not imported vitamin A. In the future, Red Palm Oil as a fortification (additional beta carotene / provitamin A) can be used not only for palm cooking oil, but for wider food products such as biscuit, instant noodles, flour etc.

Unlike in Indonesia, which is still unfamiliar with the use of Red Palm Oil, many other countries have consumed the product. Nigerian people are consumed reddish and slightly bitter palm cooking oil because of their high beta carotene content. Meanwhile, Red Palm Oil products have been sold in Malaysia not as cooking oil but as a healthy food seasoning.

It is expected that in the future, the application of Red Palm Oil in Indonesia as a palm product which is rich in beta carotene and vitamin E content will be more extensive and varied both for food products and micronutrient (health) products and consumed both in directly or into food product fortification. So that the consumption of Red Palm Oil by the Indonesian people will be increasingly popular for Indonesian people more healthy.

Crude Palm Oil (CPO) lebih sering dikenal sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng. CPO memiliki warna merah kekuning-kuningan yang menandakan tingginya kandungan karotenoid yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Para peneliti teknologi pangan telah melakukan penelitian untuk memperoleh minyak sawit yang telah dihilangkan komponen pengotornya (seperti asam lemak bebas, gum dan logam berat) dan tanpa proses bleaching. Sehingga diperoleh minyak sawit merah atau Red Palm Oil yang masih kaya akan beta karoten dan vitamin E.

Source: okezone.com

Namun berbeda dengan minyak goreng sawit yang banyak dijual di pasaran, Red Palm Oil kurang cocok untuk digunakan sebagai minyak goreng untuk deep frying. Hal ini dikarenakan warna Red Palm Oil yang kuning kemerahan akan mempengaruhi warna makanan yang digoreng. Selain itu, proses penggorengan dengan menggunakan suhu yang panas dapat menghilangkan kandungan beta karoten di Red Palm Oil.

Aplikasi yang lebih sesuai untuk mengkonsumsi Red Palm Oil sebagai produk pangan adalah pengunaan dengan paparan suhu yan tidak terlalu tingi atau waktu kontak panas yang tidak terlalu lama. Red Palm Oil lebih cocok digunakan sebagai minyak untuk menumis, minyak salad, minuman emulsi, produk spreads (mayonnaise, margarine, dll). Sehingga kandungan beta karoten dalam Red Palm Oil dapat didapatkan oleh konsumen.

Hindah Jatiningrum Muaris selaku pemimpin redaksi Majalah Kulinologi juga mengatakan bahwa tekstur minyak sawit merah seperti margarin sehingga tidak mengubah rasa apabila dicampur dengan makanan. Sejalan dengan hal tersebut, Sri Anna Marliyati dan Asriyanti Apriliani, tim peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat menyebutkan bahwa menggunakan minyak sawit merah atau Red Palm Oil sebagai pengganti mentega dalam pembuatan roti menghasilkan formula terbaik karena tidak mengandung asam lemak trans sehingga tidak meningkatkan kolesterol.

Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si dari SEAFEST Center IPB juga telah membuat inovasi dengan mengaplikasikan minyak sawit merah dengan membuat produk emulsi sebagai bahan suplemen dalam bentuk bubuk. Dalam bentuk Mikroenkapsulat ini efektivitas minyak sawit merah lebih baik karena bahan penyalut mikrokapsul dapat melindungi dan memperpanjang shelf life karoten pada minyak sawit merah yang mudah rusak oleh proses oksidasi.

Kandungan beta karoten yang cukup tinggi dalam minyak sawit merah hingga mencapai 650 ppm berpotensi untuk mencegah penyakit jantung coroner, kanker, serta mengganti sel-sel yang telah rusak. Selain itu, beta karoten yang terdapat pada Red Palm Oil dapat diserap lebih efisien oleh usus halus dibandingkan pangan sumber beta karoten lainnya. Kandungan beta carotene yan tinggi dalam Red Palm Oil juga mampu menanggulangi defisiensi vitamin A, yang selama ini menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang, seperti di Indonesia. Telah banyak penelitian juga yang membuktikan bahwa konsumsi Red Palm Oil terbukti efektif meningkatkan status vitamin A pada anak dan ibu.

Potensi Red Palm Oil sebagai sumber beta karoten atau Pro-vitamin A ini juga dapat dijadikan solusi bagi implementasi SNI Minyak Goreng Sawit 7709:2019. Dalam SNI tersebut mensyaratkan bahwa minyak goreng sawit harus mengandung vitamin A dan/atau Pro-vitamin A dengan besaran minimal 45 IU/g. Selama ini, Indonesia memenuhi kebutuhan Vitamin A bersumber dari impor sehingga implementasi SNI tersebut akan semakin menambah beban defisit neraca perdagangan Indonesia.

Oleh karena itu, Prof. Purwayitno Hariyadi merekomendasikan penambahan minyak sawit merah atau Red Palm Oil yang kaya akan beta karoten sebagai fortifikan minyak goreng sawit, bukanlah vitamin A impor. Ke depan, Red Palm Oil sebagai fortifikan (tambahan beta karoten/provitamin A) dapat digunakan tidak hanya minyak goreng sawit, tetapi pada produk pangan yang lebih luas lagi seperti biskuit, mie instan, tepung terigu dll.

Berbeda dengan di Indonesia yang masih awam dengan penggunaan Red Palm Oil, banyak negara lain yang sudah mengkonsumsi produk tersebut. Penduduk Nigeria telah terbiasa mengkonsumsi minyak goreng kemerah-merahan dan agak pahit karena kandungan beta karotennya yang tinggi. Sementara itu, produk Red Palm Oil sudah banyak di jual di Malaysia bukan sebagai minyak goreng tetapi sebagai bumbu penyedap makanan yang menyehatkan.

Diharapkan kedepan, pengaplikasian Red Palm Oil di Indonesia sebagai produk sawit yang kaya akan kandungan beta karoten dan vitamin E akan semakin luas dan bervariasi baik untuk produk pangan maupun produk micronutrient (kesehatan) dan dikonsumsi baik secara langsung atau menjadi bahan fortifikasi produk pangan. Sehingga konsumsi Red Palm Oil oleh masyarakat Indonesia akan semakin populer demi Indonesia yang semakin sehat.

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on xing
Share on email

You may also like these articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *