BPDPKS Support Development of Palm Oil’s MSMEs

  • English
  • Bahasa Indonesia

BPDPKS

In a pandemic and the threat of recession like today, palm oil is the most resilient commodity in which foreign exchange from palm oil helps the economy by contributing USD 11.9 billion during the January-July 2020. The palm oil plantation sector also relatively resilent in the midst of pandemic which has driving of the economy in rural and regional areas.

The existence of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) is currently one of the sectors that contribute to building the Indonesian economy. Various innovations have been developed so that this sector continues to grow in line with the support needed from the government.

As we know, there is a lot that can be developed by MSME actors by utilizing palm oil as a main raw material or supporting material. Various products from palm have emerged, such as hand sanitizers, disinfectants, palm brown sugar, various handicraft products, and various palm surfactant products.

The Indonesian Ministry of Cooperatives and SMEs is currently preparing various steps forward in order to maintain the sustainability of MSMEs in various sectors, including the palm oil sector. Based on data, of the 67 million MSMEs in Indonesia, amount of 5.6 percent are MSMEs from the agricultural sector.

The steps taken by the Indonesian Ministry of Cooperatives and SMEs are: (1) providing direct cash assistance to 12 million active MSMEs with a grant of 2.4 million per MSME, (2) online training, and (3) carry out standardization and product certification given to MSMEs in accordance with their respective commodities so that these products have high competitiveness.

In the dialogue organized by the Majalah Sawit Indonesia, BPDPKS’s Partnership Director’s caretaker stated that they also has a program to help empower farmers in this case through MSMEs. One of the efforts to improve farmer’s welfare is by directing them to the MSMEs sector. In this sector, they able to increasing their income by developing productive businesses through the creation of added value both of from oil or biomassa become a palm oil-based product.

BPDPKS supports oil palm farmers to build MSMEs to improve welfare and drive the local economy. One of them is to encourage oil palm MSMEs to produce products that are needed by the community and relevant to the current situation. Such as food, sanitation, and body cleaning products. BPDPKS has also started several programs that focus on MSMEs and farmer groups. In addition, BPDPKS also collaborates with other institutions such as the Surfactant and Bioenergy Research Center – Bogor Agricultural University (SBRC – IPB) to produce products that are currently needed, such as handsanitizer.

 

It’s expected that the large number of MSME in palm oil sectors can make palm oil farmers and their community more independent in finansial aspect through various businesses diversification and can further improve their welfare.

BPDPKS

Dalam kondisi pandemi dan ancaman resesi seperti saat ini, kelapa sawit merupakan komoditi yang paling tangguh dimana devisa dari minyak sawit menjadi penolong perekonomian dengan berkontribusi sebesar USD 11.9 miliar selama periode Januari-Juli 2020. Sektor perkebunan sawit juga relatif tangguh di tengah pandemi yang masih mampu menjadi penggerak roda perekonomian di pedesaan dan daerah.

Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saat ini menjadi salah satu sektor yang turut berkontribusi dalam membangun perekonomian Indonesia. Berbagai inovasi yang turut dikembangkan agar sektor ini terus bertumbuh berbanding lurus dengan dukungan yang diperlukan dari pemerintah.

Seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali yang dapat dikembangkan pelaku UMKM dengan memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan baku utama atau bahan baku pendukung. Berbagai produk dari sawit yang muncul seperti hand sanitizer, disinfektan, gula merah sawit, berbagai produk kerajinan tangan, serta berbagai produk surfaktan sawit.

Kementerian Koperasi dan UKM RI saat ini telah menyiapkan berbagai langkah ke depan agar dapat menjaga keberlanjutan UMKM di berbagai sektor, termasuk sektor kelapa sawit. Berdasarkan data, dari 67 juta UMKM yang ada di Indonesia, sebanyak 5.6 persennya merupakan UMKM dari sektor pertanian.

Langkah-langkah yang diambil Kementerian Koperasi dan UKM RI yakni: (1) memberikan bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan kepada UMKM aktif dengan jumlah bantuan 2.4 juta per UMKM kepada 12 juta UMKM di Indonesia, (2) pelatihan online, dan (3) menjalankan standarisasi dan sertifikasi produk yang diberikan kepada UMKM yang sesuai dengan komoditasnya masing-masing agar produk tersebut memiliki daya saing tinggi.

Dalam dialog yang diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia dengan BPDPKS, Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS menyatakan bahwa BPDPKS juga memiliki program dalam membantu pemberdayaan petani dalam hal ini melalui UMKM. Salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani yakni dengan mengarahkan petani kepada sektor UMKM.Dalam sektor UMKM, petani dapat meningkatkan pendapatan dengan mengembangkan usaha yang produktif melalui penciptaan nilai tambah dari suatu produk berbasis sawit dengan memanfaatkan minyak maupun biomassa sawit.

BPDPKS mendukung para petani sawit membangun UMKM untuk meningkatkan kesejahhteraan dan menggerakkan perekonomian lokal. Salah satunya mendorong agar UMKM sawit dapat menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat dan relevan dengan keadaan saat ini. Seperti produk makanan, sanitasi, dan pembersih tubuh. BPDPKS juga sudah memulai beberapa program yang fokus kepada UMKM dan kelompok petani. Selain itu, BPDPKS juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga seperti Surfactant and Bioenergy Research Center – Institut Pertanian Bogor (SBRC – IPB) untuk menghasilkan produk yang saat ini dibutuhkan, seperti hand sanitizer.

Diharapkan dengan banyaknya sektor UMKM sawit yang diusahakan oleh petani sawit dan kelompoknya, dapat membuat para petani sawit tersebut lebih mandiri dari aspek finansialnya melalui berbagai diversifikasi usaha, serta semakin dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on xing
Share on email

You may also like these articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *