Newest Innovation of Oil Palm Empty Bunches Waste Utilization

  • English
  • Bahasa Indonesia

In the process of processing Fresh Fruit Bunches (FFB) in palm oil mills will produce waste. This waste can be in the form of solid waste or liquid waste. Palm oil solid waste is the most produced waste. The solid waste can be in the form of empty bunches, shells, and fibers.

With the increasing production of palm oil as the main product, it is also directly proportional to the increase in the volume of waste produced. One of them is oil palm empty bunches which are the main waste with large quantity more than 126 thounsa tons/year. One ton of oil palm tree is capable of producing around 23 percent of empty bunches or 230 kg of waste. For this reason, it is necessary to carry out further utilization and management to the maximum so that it becomes a product that has added value.

Not just ordinary waste, oil palm empty bunches actually have a lot of potential to be developed. So far, empty bunches can be processed as raw material for making charcoal briquettes, organic fertilizers, and for making paper. With innovation and technology that continues to develop, empty oil palm bunches can also produce other products.

 

The making of paper from empty palm fruit bunches has been successfully realized by the Center for Pulp and Paper (BBPK) in collaboration with a consortium of PIC Co., Ltd and Taizen Co., Ltd, which are engaged in the manufacture and sale of industrial machinery for pulp and paper. Through this collaboration, it’s expected for the pulp and paper industry for more independent and no longer dependence on Old Corrugated Cardboard (OCC) type paper.

Oil palm empty bunches can be reprocessed to produce products with high creative and economic value. Processed it can produce two fibers, namely fine fiber and crude fiber. This fiber can be developed into added value products. Febri Yunarta as the founder and owner of Creabrush Indonesia has successfully developed it into shoes and various paintings which have now been marketed through digital platforms.

Not only that, oil palm empty bunches can be used as a mixture for making helmets. Based on the research of the IPB Research Team, it is stated that the natural fibers of oil palm empty bunches have superior impact strength and are able to withstand impact energy. The helmet with a mixture of empty bunches which was finally produced by PT Interstisi Mtrial Maju (IMM) under the name GC Helmet has also passed the SNI test and has been marketed in several cities. In addition, this helmet is certainly environmentally friendly and more artistic in terms of design.

Oil palm
Helmet from empty oil palm bunches (Source: Okezone News)

IPB academics have recently developed a new innovation by making bullet-proof vests from empty palm oil bunches. The lignocellulose content in empty bunches has the potential to absorb impact energy. By adding a heat-resistant coating material, the woven in empty bunches fibers can withstand fire within 30 seconds so that is the basis for the design of the bullet proof vest.

oil palm
Bullet proof vest from empty oil palm bunches (Source: sawitindonesia.com)

The bullet-proof vest developed by IPB academics has been tested using a glock gun with MU1-TJ bullets at an effective range of 25-50 meters and the results are able to withstand these bullets. However, further development or research needs to be done to be able to withstand the gunshot. As we know, the raw materials for bullet proof vests are still imported from other countries. For this reason, this research requires further development so that it is expected to be an alternative choice for domestic needs.

This extraordinary potential reminds us that all parts of palm oil are very valuable and it is proven that from palm oil waste it can be used as a new product with more value.

Pada proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) akan menghasilkan limbah. Limbah tersebut bisa berupa limbah padat maupun limbah cair. Limbah padat kelapa sawit merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan. Limbah padat tersebut dapat berupa tandan kosong, cangkang, dan serabut (fiber).

Dengan semakin meningkatnya produksi minyak sawit sebagai main product, juga berbanding lurus dengan peningkatan volume limbah yang dihasilkan. Salah satunya adalah tandan kosong kelapa sawit yang merupakan limbah utama dengan jumlah yang cukup besar yakni lebih dari 126 ribu ton/tahun. Untuk satu ton kelapa sawit mampu menghasilkan limbah tandan kosong sekitar 23 persen atau 230 kg. Untuk itu perlu dilakukan pemanfaatan dan pengelolaan lebih lanjut dengan maksimal agar menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Bukan sekedar limbah biasa, limbah tandan kosong kelapa sawit ternyata memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Selama ini umumnya tandan kosong kelapa sawit baru dapat dimaksimalkan diolah sebagai bahan baku pembuatan arang briket, pupuk organik, maupun pembuatan kertas. Dengan inovasi dan teknologi yang terus berkembang tandan kosong kelapa sawit juga dapat menghasilkan produk-produk lain.

Pembuatan kertas dari tandan kosong sawit telah sukses direalisasikan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) berkolaborasi dengan konsorsium PIC Co., Ltd dan Taizen Co., Ltd yang bergerak bidang manufaktur serta penjualan mesin industri pulp dan kertas. Melalui kolaborasi tersebut menjadi harapan bagi industri pulp dan kertas agar dapat lebih mandiri dan tidak lagi ketergantungan dengan kertas jenis Old Corrugated Cardboard (OCC).

Tandan kosong kelapa sawit dapat diolah kembali untuk menghasilkan produk yang bernilai kreatifitas dan ekonomi tinggi. Tandan kosong kelapa sawit yang telah diolah dapat menghasilkan dua serat yakni serat halus dan serat kasar. Dari serat ini dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai tambah. Febri Yunarta selaku founder dan owner Creabrush Indonesia telah sukses mengembangkan tandan kosong kelapa sawit menjadi sepatu dan berbagai lukisan yang kini telah dipasarkan melalui platform digital.

Tidak hanya itu, tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan helm. Berdasarkan penelitian Tim Riset IPB menyebutkan bahwa serat alami tandan kosong sawit memiliki kekuatan impak yang unggul dan mampu menahan energi tumbukan. Helm dengan campuran tandan kosong yang akhirnya di produksi PT Interstisi Mtrial Maju (IMM) dengan nama GC Helmet ini pun telah lulus uji SNI dan telah dipasarkan di beberapa kota. Selain itu, helm ini tentu ramah lingkungan dan lebih artistik dari segi desain.

Oil palm
Helm dari tandan kosong kelapa sawit (Source: Okezone News)

Akademisi IPB belum lama ini telah mengembangkan inovasi terbaru dengan membuat rompi anti peluru dari serat tandan kosong kelapa sawit. Kandungan lignoseluosa dalam TKKS memiliki potensi dalam menyerap energi tumbukan. Dengan menambahkan coating material anti panas, serat tankos woven dapat menahan api dalam waktu 30 detik sehingga hal tersebut yang mendasari perancangan rompi anti peluru.

Rompi anti peluru dari tandan kosong kelapa sawit (Source: sawitindonesia.com)

Rompi anti peluru yang dikembangkan oleh akademisi IPB tersebut telah di uji dengan menggunakan pistol glock dengan peluru MU1-TJ pada jarak efektif 25-50 meter dan hasilnya mampu menahan peluru tersebut. Namun perlu dilakukan pengembangan atau riset lanjutan untuk dapat menahan tembakan pistol laras panjang. Seperti yang kita ketahui bahwa bahan baku rompi anti peluru masih diimpor dari negara lain. Untuk itu riset tersebut perlu adanya pengembangan lanjutan sehingga diharapkan menjadi alternatif pilihan untuk kebutuhan dalam negeri.

Potensi yang sangat luar biasa ini kembali mengingatkan kita bahwa semua bagian dari kelapa sawit sangat berharga dan terbukti bahwa dari limbah kelapa sawit dapat dijadikan produk baru yang bernilai lebih.

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on xing
Share on email

You may also like these articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *