New Normal Era, Palm Oil More Sparkling

  • English
  • Bahasa Indonesia

Since the outbreak of the Coronavirus in December 2019 to the present six months later, there has not been any sign of the spread of the Coronavirus being stopped or the status of the pandemic immediately revoked. Even every day the number of Covid-19 cases continues to increase. The Worldometers update in early June, recorded the number of confirmed cases of Corona worldwide reaching nearly 6.3 million cases with a death rate of more than 370 thousand.

Dr. Mike Ryan, Executive Director of Emergencies Program at WHO, said that the Coronavirus that causes Covid-19 is not go away or disappear and its existence continues to coexist with human life. This virus will become another endemic disease in the community and the vaccines also does not fully guarantee that all people the earth can be free of the virus.

Dr. Mike Ryan’s statement as a signal to the world community must be prepared to coexist with the Coronavirus, which is a new way of life called the New Normal. A new lifestyle by implement the Covid-19 prevention protocol that is by using masks, maintaining sanitation and self-hygiene, keeping a distance and increasing the body’s immune system, as new habits every day.

new normal palm oil
Source: airmagz.com

To prevent Covid-19 infection, the world community must be more and maintain personal hygiene. More frequent hand washing, bathing, washing clothes to cutlery and household furniture, is a real action in maintaining personal hygiene and the environment. Maintaining cleanliness is not only applied privately at home but also in public places, cleaning service officers and the Sanitation Department will regularly spray disinfectants in public area which are believed to kill viruses.

Maintaining the body’s immunity by choosing and consuming nourishing and nutritious foods is also part of the lifestyle that is widely applied by people in the New Normal era in the future. This causes food ingredients and supplements that are useful to improving the body’s immune system will be increasingly needed.

The New Normal lifestyle in the midst of such a pandemic, makes palm oil more sparkling. First, the palm oil industry is able to produce biosurfactant products such as soap, washing soap, detergent, shampoo, hand wash, hand sanitizer and the like, which play a role in maintaining personal hygiene.

 

The superiority of palm oil as a biosurfactant raw material has been proven a long ago. Lauric oil contained in Palm Kernel Oil (Palm Kernel Oil) which is often used as a raw material in making soap, has the ability to produce a lot of foam effect and has broad spectrum microbial properties that are effective in killing bacteria and viruses but still maintaining skin health. Palm biosurfactant products are not only effective in killing viruses, but are also more environmentally friendly because they are biodegradable.

Second, the palm oil industry is also able to produce biodisinfectant/biopesticide products that can be used to maintain environmental sanitation in homes, offices and other public areas. Palm biodisinfectant that made from palm shells, which is a industry waste of the palm oil processing. So that the production of biodisinfectant palm shell is very environmentally friendly and sustainable.

Third, oil palm plantations are the biggest factory of producing vitamin A (beta carotene) and Vitamin E (tocopherol) among all plants in the world. From Indonesia’s palm oil production of around 50 million tons per year, it can produce around 25 thousand tons of vitamin A and 30 thousand tons of vitamin E.

Fourth, palm oil as food is apparently not ordinary oily food. Inside there is a very important fatty acid that is palmitic fatty acid to maintain lung function. Palm oil is the largest vegetable oil containing palmitic acid so it is estimated that in the New Normal era there will be an increase in palm oil consumption.

Imagine there are 6 billion people in the world who will live in New Normal. Every day the world community will buy more soap, hand sanitizers and detergents, use biodisinfectant and will more consume palm oil which rich of vitamins A, E and palmitic acid, as effort to prevent Covid-19 This shows that the demand for palm oil as a raw material for biosurfkatan, biodisinfectant products and sources of vitamins, will increase.

This trend has begun to emerge during the current Covid-19 pandemic. According to BPS’s data, the volume of Indonesia’s oleochemical (biosurfactant) exports to China, the European Union, India and the United States during January-March 2020 increased 54 percent over the same period last year. The biosurfactant exports were the only group of palm products that increased during the Covid-19 pandemic.

As the world’s largest producer of palm oil, Indonesia has succeeded in becoming the king of world palm oil so far, and in the future has a great opportunity to become the king of biosurfactants, the king of biodisinfectants and the world’s king of vitamins A and E. To support this vision, it should be directed to research, innovation, education, promotion and investment in the palm oil industry.

 

Dr. Tungkot Sipayung,

Economic and Agribussiness Observer, Excecutive Director of Palm Oil Agribisiness Strategic Policy Institute ( PASPI)

Sejak mewabahnya virus Corona di bulan Desember 2019 hingga saat ini enam bulan kemudian, belum menunjukkan tanda-tanda penyebaran virus Corona akan berhenti atau status pandemi segera dicabut. Bahkan setiap hari jumlah kasus Covid-19 terus meningkat. Update Worldometers di awal bulan Juni ini, mencatat jumlah kasus terkonfirmasi Corona di seluruh dunia hampir mencapai 6.3 juta kasus dengan tingkat kematian lebih dari 370 ribu.

Dr. Mike Ryan, Executive Director of Emergencies Programme di WHO, menyebutkan bahwa virus Corona yang menyebabkan Covid-19 diperkirakan tidak akan pernah hilang dan keberadannya akan terus berdampingan dengan kehidupan manusia. Virus ini akan menjadi penyakit endemik lain pada komunitas dan keberadaan vaksin juga belum tentu menjamin bahwa seluruh penduduk bumi bisa terbebas dari virus tersebut.

Pernyataan Dr. Mike Ryan tersebut mengisyaratkan bahwa masyarakat dunia harus bersiap untuk hidup berdampingan dengan virus Corona, yakni dengan cara hidup baru yang disebut sebagai New Normal. Suatu gaya hidup baru dengan menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 yakni dengan menggunakan masker, menjaga sanitasi dan higenitas diri, jaga jarak dan meningkatkan sistem imunitas tubuh, sebagai kebiasaan baru sehari hari.

Source: airmagz.com

Untuk mencegah infeksi Covid-19, masyarakat dunia harus lebih dan menjaga higenitas diri. Makin sering mencuci tangan, mandi, cuci pakaian hingga peralatan makan dan perabotan rumah tangga, merupakan aksi nyata dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menjaga kebersihan juga tidak hanya diterapkan secara pribadi di rumah namun juga di tempat umum, petugas cleaning service dan Dinas Kebersihan akan secara teratur menyemprot disinfektan di tempat umum yang dipercaya dapat membunuh virus.

Menjaga imunitas tubuh dengan memilih dan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang banyak diterapkan oleh masyarakat di era New Normal kedepan. Hal ini menyebabkan bahan makanan dan suplemen yang bermanfaat dalam membangun dan meningkatkan sistem imunitas tubuh akan semakin dibutuhkan.

Gaya hidup New Normal di tengah pandemi yang demikian, membuat sawit semakin berkilau. Pertama, industri sawit mampu menghasilkan  produk-produk biosurfaktan seperti sabun mandi, sabun cuci, deterjen, shampo, hand wash, hand sanitizer dan sejenisnya, yang berperan dalam menjaga higenitas diri.

Keunggulan minyak sawit sebagai bahan baku biosurfaktan telah terbukti sejak dahulu. Minyak laurat yang terkandung dalam Minyak Inti Kelapa Sawit (Palm Kernel Oil) yang sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun, memiliki kemampuan menghasilkan efek busa yang banyak dan memiliki sifat mikroba spektrum luas yang efektif mematikan bakteri dan virus namun tetap menjaga kesehatan kulit. Produk biosurfaktan sawit selain efektif membunuh virus, tetapi juga lebih ramah lingkungan karena mudah terurai (biodegradable).

Kedua, industri sawit juga mampu menghasilkan produk biodisinfektan/biopestisida yang dapat digunakan untuk menjaga sanitasi lingkungan rumah, kantor dan tempat umum lainnya. Biodisinfektan sawit yang terbuat dari cangkang sawit, yang merupakan limbah industri pengolahan minyak sawit. Sehingga produk biodisinfektan dari cangkang sawit tersebut sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ketiga, perkebunan kelapa sawit adalah pabrik produsen vitamin A (beta caroten) dan Vitamin E (tokoferol) terbesar diantara seluruh tanaman di dunia. Dari produksi minyak sawit Indonesia sekitar 50 juta ton per tahun, dapat dihasilkan  sekitar 25 ribu ton vitamin A dan 30 ribu ton vitamin E.

Keempat, minyak sawit sebagai bahan pangan ternyata bukan bahan pangan berminyak biasa. Didalamnya ada asam lemak yang sangat penting yakni asam lemak palmitat untuk memelihara fungsi paru paru. Minyak sawit adalah minyak nabati yang paling besar mengandung asam palmitat sehingga diperkirakan pada era New Normal akan terjadi peningkatan konsumsi minyak sawit.

Bayangkan ada 6 milyar orang masyarakat dunia yang akan hidup dalam New Normal. Setiap hari masyarakat dunia akan membeli lebih banyak sabun, hand sanitizer dan deterjen, menggunakan biodisinfektan serta akan mengkonsumsi minyak sawit yang kaya akan vitamin A, E dan asam palmitat, sebagai upaya pencegahan Covid-19. Hal tersebut menunjukkan bahwa permintaan minyak sawit sebagai bahan baku produk biosurfkatan, biodisinfektan dan sumber vitamin, akan mengalami peningkatan.

Tren kearah tersebut sudah mulai tampak selama masa pandemi Covid-19 saat ini. Berdasarkan data BPS, volume ekspor oleokimia (biosurfaktan) Indonesia ke China, Uni Eropa, India dan Amerika Serikat selama Januari- Maret 2020 meningkat 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor biosurfaktan tersebut merupakan satu satunya kelompok produk sawit yang meningkat selama pandemi Covid-19 ini.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia setelah berhasil menjadi  raja minyak sawit dunia selama ini, dan kedepan berpeluang besar menjadi raja biosurfaktan, raja biodisinfectan dan raja vitamin A dan E dunia. Untuk mendukung visi tersebut, sudah seharusnya riset-inovasi, edukasi, promosi serta investasi industri sawit perlu diarahkan kearah sana.

 

Dr. Tungkot Sipayung,

Pengamat Ekonomi Agribisnis dan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribisiness Strategic Policy Institute ( PASPI)

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on xing
Share on email

You may also like these articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *