IOPRI’s Research Proves That Palm Oil as Immunodulator Which Can Prevent The Covid-19 Virus

  • English
  • Bahasa Indonesia

The Covid-19 pandemic has yet to show signs of ending soon. The latest World Health Organization (WHO) data shows Indonesia is the 21st country with the highest number of positive cases of Covid-19 in the world and the highest among countries in the Southeast Asia region. The Covid-19 Distribution Map in Indonesia also showed a new record of increasing the number of Covid-19 casses with average casses over 6 thousand per day since the end of November 2020.

On the other hand, this condition has also more motivated Indonesian researchers to seek solutions through comprehensive research to formulate vaccines, drugs, or treatment methods to treat or prevent transmission of Covid-19. One of the research institutes that are quite concerned about this is Indonesian Oil Palm Research Institute/IOPRI (Pusat Penelitian Kelapa Sawit/PPKS)

In the Bincang Pakar program initiated by PPKS, one of the researchers from the Results and Quality Processing Research Group,  Dr. Frisda Rimbun Panjaitan, S.T., M.T., explained that currently, IOPRI is conducting research related to the development of a new palm oil-based products/materials to increase the immune system as the body’s defense against viruses and bacteria, including the Covid-19 virus.

A person will be exposed to viruses including Covid-19, because of weak immune system. If the virus enters the body, the immune system will form a defense so that it can immediately fight the virus. So it is very important to have a good immune system and body endurance in a pandemic. This can be achieved, one of which is by consuming nutritious food.

Palm oil, as a food source, is found in various processed food products (such as cooking oil, margarine, chocolate, biscuits, etc.) which contain various micronutrients that are useful for boosting the body’s immune system.

palm oil

Literature studies show that fatty acids in palm oil and palm kernel oil such as Oleic acid, Palmitic acid, Medium Chain Triglyceride (MCT), and Linoleic acid, which are proven can increase the immunoglobulin proteins (IgM and IgG) to fight viruses and bacteria. Immunoglobulin itself is part of human blood plasma that functions as antibodies for the body’s defense against germs or disease. Immunoglobulin M (IgM) content in the blood as the body’s first defense against viral infections, while Immunoglobulin G (IgG) are responsible for destroy the virus.

Naturally, the characteristics of palm kernel oil contain fatty acid compositions such as Octanoic acid, Cis-9 Oleic acid, and Linoleic acid, where these fatty acids have the ability to modulate and enhance the body’s immune system. In addition, palm kernel oil also contains high levels of phytonutrients, namely Alpha tocotrienol and Squalene, which have a function to accelerate the performance of Palmitic acid, Lauric acid, and Linoleic acid to attack viruses that enter the body.

Through this research, IOPRI has conducts a test of the results of literature studies that have been published globally regarding the ability of palm kernel oil to modulate and enhance the body’s immune system. This study also compared with the ability of coconut oil as a immunodulator. This laboratorium research by conducting experiments on albino mice that were injected with the SBRC 2% antigen and carbon equivalent into the body which suppressed the body’s immunity.

Based on the hematological tests conducted by the research team on the object of research, the results showed that palm kernel oil was effective in increasing the number of Eosinophils, Basophils, And Monocytes which are the first defense protein groups of the human body if viruses or bacteria enter in the body.

In addition, palm kernel oil is also effective when compared to coconut oil in increasing the number of Lymphocytes, where this protein plays a role in the formation of the humoral immune system (antibody produced by plasma B cells and serves to kill viruses and bacteria). This shows that palm kernel oil is able to modulate and activate the body’s defenses to produce immunity, meaning that if the virus enters the body it will just “pass” without incubating.

The IOPRI’s test results also proved that the use of palm kernel oil was proven to be effective in increasing the humoral IgM and IgG immune response, along with the increase in lymphocyte value. Even when compared to coconut oil, the ability of palm kernel oil to increase the immune response is better.

In addition, the ability of palm kernel oil as a modulator of body endurance is also seen from its ability to effectively neutralize toxins. Even when compared to commercial immunity-enhancing supplement products that are widely sold in the market, palm oil and palm kernel oil perform better in increasing immunity and preventing the Covid-19 virus.

This research reaffirms that palm oil is a healthy vegetable oil and is useful for our health. Apart from being rich in vitamin A, vitamin E, and other antioxidants as well as a balanced fatty acid composition, palm oil (CPO and CPKO) also contains essential fatty acids that can modulate or increase the body’s immune system against bacteria and viruses (immunodulator). However, to get the various benefits contained in palm oil, it is necessary to consume it properly and correctly. For example, by frying using palm oil at a temperature that is not too hot but for a long time to prevent the polymerization of the phytonutrients contained therein.

Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Data World Health Organization (WHO) yang terbaru menunjukkan Indonesia menjadi negara ke-21 dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di dunia dan terbanyak diantara negara-negara kawasan Asia Tenggara. Peta Sebaran Covid-19 di Indonesia juga kembali menunjukkan rekor baru peningkatan jumlah kasus positif dengan rata-rata penambahan diatas 6 ribu per hari pada akhir bulan November 2020.

Di sisi lain, kondisi Pandemi di Indonesia yang demikian juga semakin memotivasi para peneliti di Indonesia untuk mencari solusi melalui penelitian yang komprehensif untuk memformulasi vaksin, obat atau metode pengobatan dalam rangka mengobati atau mencegah penularan Covid-19. Salah satunya lembaga penelitian yang cukup concern terhadap hal tersebut adalah Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Dalam program Bincang Pakar yang digagas oleh PPKS, salah satu peneliti dari Kelompok Peneliti Pengolahan Hasil dan Mutu yaitu Dr. Frisda Rimbun Panjaitan, S.T., M.T., memaparkan saat ini PPKS sedang melakukan penelitian terkait pengembangan produk/material baru bebasis minyak sawit untuk meningkatkan sistem imunitas sebagai pertahanan tubuh untuk melawan virus dan bakteri, termasuk virus Covid-19.

Seseorang akan terpapar virus termasuk Covid-19 jika sistem imunitas dalam tubuh lemah. Jika virus masuk kedalam tubuh, maka sistem imun akan membentuk pertahanan agar bisa segera melawan virus yang masuk ke dalam tubuh tersebut. Sehingga sangat penting untuk memiliki sistem imun dan daya tahan tubuh yang baik di masa pandemi seperti saat ini. Hal tersebut dapat dicapai, salah satunya dengan mengkonsumsi pangan yang bergizi dan bernutrisi.

Minyak sawit sebagai salah satu sumber pangan yang banyak ditemukan pada berbagai produk makanan olahan (seperti minyak goreng, margarin, cokelat, biskuit, dan lain-lain) yang mengandung berbagai micronutrient memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

palm oil

Studi literatur menunjukkan asam lemak dalam minyak sawit dan minyak inti sawit seperti Oleic acid, Palmitic acid, Medium Chain Triglyceride (MCT) dan Linoleic acid, terbukti dapat meningkatkan protein immunoglobulin (IgM dan IgG) untuk melawan virus dan bakteri. Imunoglobulin sendiri adalah bagian dari plasma darah manusia yang berfungsi sebagai antibodi untuk pertahanan tubuh terhadap kuman atau penyakit. Kandungan Immunoglobulin M (IgM) dalam darah merupakan bentuk pertahanan pertama tubuh untuk melawan infeksi virus, sementara itu protein Immunoglobulin G (IgG) bertugas untuk menghancurkan virus tersebut.

Secara alamiah, karakteristik minyak inti sawit mengandung komposisi asam lemak seperti Oktanoic acid, Cis-9 Oleic acid, Dan Linoleic acid, dimana asam lemak tersebut memiliki kemampuan untuk memodulasi dan meningkatkan sistem imunitas tubuh atau pertahanan tubuh. Selain itu, di dalam minyak inti sawit juga mengandung phytonutrient yang cukup tinggi yaitu Alpha tocotrienol dan Squalene yang memiliki fungsi untuk mempercepat kinerja Palmitic acid, Lauric acid dan Linoleic acid untuk menyerang virus yang masuk kedalam tubuh.

Melalui penelitian ini PPKS melakukan pengujian lebih dalam atas hasil studi literatur yang telah dipublikasikan secara global terkait kemampuan minyak inti sawit yang mampu memodulasi dan meningkatkan sistem imunitas tubuh. Penelitian ini juga membandingkan dengan minyak kelapa untuk memodulasi sistem imunitas tubuh atau immunodulator. Penelitian laboratorium ini melakukan percobaan pada tikus albino yang dimasukkan dengan Antigen SBRC 2% dan Karbon yang setara ke dalam tubuh yang menekan pertahanan/imunitas tubuh.

Berdasarkan Tes Hematologi yang dilakukan oleh tim peneliti pada obyek penelitian diperoleh hasil bahwa minyak inti sawit efektif untuk meningkatkan jumlah Eusinofil, Basofil dan Monosit yang merupakan protein gugus pertahanan pertama dari tubuh manusia jika ada virus atau bakteri yang masuk. Selain itu, minyak inti sawit juga efektif jika dibandingkan minyak kelapa dalam meningkatkan jumlah limfosit, dimana protein tersebut berperan dalam proses pembentukan sistem imun humoral yang merupakan antibodi yang diproduksi oleh sel-sel B plasma dan berfungsi untuk membunuh virus dan bakteri. Hal ini menunjukkan bahwa minyak inti sawit mampu memodulasi dan menggerakkan pertahanan tubuh untuk menghasilkan imunitas, artinya jika virus masuk ke dalam tubuh hanya akan “lewat” saja tanpa menginkubasi.

Hasil pengujian PPKS juga membuktikan bahwa penggunaan minyak inti sawit terbukti secara efektif dapat meningkatkan respon imun humoral IgM dan IgG, seiring dengan meningkatnya nilai limfosit. Bahkan jika dibandingkan minyak kelapa, kemampuan minyak inti sawit untuk meningkatkan respon kedua imun tersebut lebih baik.

Selain itu, kemampuan minyak inti sawit sebagai modulator pertahanan tubuh juga dapat dilihat dari kemampuannya yang efektif dalam menetralkan racun. Bahkan jika dibandingkan dengan produk suplemen penambah imunitas komersil yang banyak dijual di pasar, kinerja minyak sawit dan minyak inti sawit lebih bagus dalam meningkatkan imunitas dan mencegah virus Covid-19.

Penelitian ini kembali menegaskan bahwa minyak sawit adalah minyak nabati yang sehat dan berguna untuk kesehatan tubuh kita. Selain kaya akan vitamin A, vitamin E dan zat antioksidan lainnya serta komposisi asam lemak yang seimbang, minyak sawit (CPO dan CPKO) juga mengandum asam lemak esensial yang memiliki kemampuan modulator atau meningkatkan sistem imunitas tubuh terhadap bakteri dan virus. Namun untuk mendapatkan berbagai manfaat yang terkandung dalam minyak sawit tersebut dibutuhkan cara mengkonsumsi yang baik dan benar. Misalnya dengan menggoreng menggunakan minyak sawit pada suhu yang tidak terlalu panas tetapi dalam waktu yang lama untuk mencegah polimerasasi phytonutrient yang terkandung di dalamnya.

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on xing
Share on email

You may also like these articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *