Potential “Money” from Palm Oil Products

  • English
  • Bahasa Indonesia

Oil palm tree has a nicknamed as “The Incredible Tree”, because all parts of the tree can be utilized. Currently, mayble people only know that the product produced by oil palm plants is only the oil, even though all parts of the biomass of oil palm trees can be processed into products with high economic value.

One of the oil palm biomass that has great potential and economic benefits is palm fronds. Based on research by Hassan and Ishida (1992), the potential for oil palm frond waste reaches 40-50 fronds/tree/year. The large number of palm fronds produced is a shame if it is not utilized optimally. Apart from being used as a source of animal feed in the integrated system of oil palm plantation and livestocks, another potential for using palm fronds that can produce high economic value is palm oil sticks.

The palm oil stick product market also continues to grow. Not only in the domestic market, the high demand for palm oil sticks also in the global market. According to the Ministry of Agriculture, through the Tanjung Balai Asahan Agricultural Quarantine, North Sumatra, the export volume of palm oil sticks is 8.5 thousand tons, or the export volume has increased by 34.9% compared to the same period in 2019 which was only 6.3 thousand tons.

Generally, sticks from palm fronds can only be used for making broom sticks. However, with the development of innovation and market preferences, the palm oil stick innovation can also be developed into several types of handicraft products such as woven plates.

palm oil
Wooven Plate from Palm Oil Sticks (Source: siakkab.go.id)

Currently, if we look at there are already a lot of restaurants, especially those with the lesehan concept (sitting on the floor and eat it in small/low table), that use woven plates made of sticks as dining mats or plate for their customers. Not only the domestic market, the export market potential also has quite a bright opportunity. The high preference and interest of global market consumers towards eco-friendly products, authentic, traditional and handicraft products that are considered to have high value reflects the very large market opportunities for oiol palm woven stick plates.

The production of woven plates from oil palm sticks is done by the wives of oil palm farmers using the technology that is used quite simply and is still manual. To make one plate from oil palm sticks, it takes about 120 sticks or 1 kg of palm sticks can produce 5 plates. The price for one plate of woven palm sticks reaches Rp 8,000/piece.

Trimo, one of the craftsmen for woven plates from oil palm sticks from Pelalawan, Riau, has succeeded in creating a technology called PRAUDI which can process oil palm fronds into sticks with a capacity of 4-5 kg/hour. With this technology, the production time of woven plates from oil palm sticks is shortened so that they can produce more plates in less time.

In a webinar was held by the Indonesiaon Oil Palm Research Institute (IOPRI), Febri Yunarta, who is also the Founder and Owner of Creabrush Indonesia, shared a succes story of his business which is utilized oil palm sticks. Apart from making woven plates from palm sticks, Febri has also made several other innovative products based on palm sticks, in the form sandals and bags. Febri stated that the advantage of the palm stick is that it has better durability and strength and does not break easily so that it can be combined with other materials such as leather for making bags, besides that, this nature-based use is also environmentally friendly.

Bags of Palm Oil Sticks (Source: instagram creabrush_indonesia)

For making bags, he can sell them for Rp 380,000 each bag. He also sure that the business prospect of bag or sandal from oil palm stick is good. Moreover, the opportunity to export can be made considering that there is a huge interest in foreign consumers for something unique, natural-based that does not exist in that country.

These various product innovations are also a “fresh air” for the palm oil industry, which must start moving to utilize and commercialize palm biomass/waste products such as oil palm fronds. The many potential products with high economic value that are produced from the use of oil palm fronds are expected to be business opportunities for Sawitpreneur to do business in this sector, consider the palm oil is the pride of Indonesia’s commodity.

Kelapa sawit mendapat julukan “Pohon Ajaib”, karena seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan. Mungkin selama ini orang awam hanya mengetahui produk yang dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit hanyalah minyaknya, padahal seluruh bagian biomassa pohon sawit dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.

Salah satu biomassa sawit yang memiliki potensi dan manfaat ekonomi yang besar adalah pelepah sawit. Berdasarkan penelitian Hassan dan Ishida (1992), potensi limbah pelepah sawit mencapai 40-50 pelepah/pohon/tahun. Besarnya jumlah pelepah sawit yang dihasilkan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan dengan optimal. Selain dapat dijadikan sebagai sumber pakan ternak dalam sistem integrasi kebun sawit dan ternak, potensi lain dari pemanfaatan pelepah sawit yang dapat menghasilkan nilai ekonomi tinggi adalah lidi sawit.

Pasar produk lidi sawit juga terus berkembang. Tidak hanya pasar domestik, permintaan lidi sawit pun laris manis di pasar global. Tercatat menurut Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara bahwa volume ekspor lidi sawit sebanyak 8.5 ribu ton, atau volume ekspor tersebut mengalami peningkatan sebesar 34.9% dibandingkan periode sama ditahun 2019 yang hanya sebanyak 6.3 ribu ton.

Lidi dari pelepah sawit umumnya hanya bisa dimanfaatkan sebagai pembuatan sapu lidi. Namun dengan berkembangnya inovasi dan preferensi pasar, inovasi lidi sawit juga dapat dikembangkan menjadi beberapa jenis produk kerajinan (handcraft) seperti  piring anyaman.

palm oil
Piring Anyaman Dari Lidi Sawit (Source: siakkab.go.id)

Saat ini, jika kita perhatikan sudah banyak sekali rumah makan khususnya yang berkonsep lesehan yang menggunakan piring anyaman dari lidi untuk menjadi alas makan bagi pelanggannya. Tidak hanya pasar domestik, potensi pasar ekspor juga memiliki peluang yang cukup cemerlang. Tingginya preferensi dan minat konsumen pasar global terhadap produk ecofriendly, otentik tradisional dan produk hasil kerajinan tangan yang dianggap memiliki value yang tinggi merefleksikan peluang pasar produk piring anyaman lidi sawit yang sangat besar.

Produksi piring anyaman dari lidi sawit banyak diusahakan oleh para istri dari petani sawit dengan menggunakan eknologi yang digunakan cukup sederhana dan masih manual. Untuk membuat satu piring anyaman dari lidi sawit dibutuhkan sekitar 120 batang lidi atau dari 1 kg lidi sawit dapat menghasilkan 5 piring anyaman. Harga untuk satu piring anyaman lidi sawit tersebut pun mencapai Rp. 8.000/buah.

Trimo, salah satu pengrajin piring anyaman dari lidi sawit asal Pelalawan Riau telah berhasil menciptakan teknologi yang dinamakan PRAUDI yang dapat mengolah pelepah sawit menjadi lidi dengan kapasitas 4-5 kg/jam. Dengan teknologi tersebut mempersingkat waktu produksi piring anyaman dari lidi sawit sehingga dapat memproduksi lebih banyak piring dengan waktu yang lebih sedikit.

Dalam Webinar yang diadakan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Febri Yunarta yang juga sebagai Founder dan Owner dari Creabrush Indonesia membagikan kisah sukses bisnisnya di bidang pemanfaatan lidi sawit. Selain membuat piring anyaman dari lidi sawit, Febri juga telah membuat beberapa produk inovasi lainnya berbasis lidi sawit yakni sandal dan tas. Febri menyatakan bahwa keunggulan lidi sawit yakni ketahanan dan kekuatannya lebih bagus dan tidak mudah patah sehingga dapat dikombinasikan dengan bahan lain seperti kulit untuk pembuatan tas, selain itu dengan penggunaan berbasis alam ini juga ramah lingkungan.

palm oil
Tas dari Lidi Sawit (Source: instagram creabrush_indonesia)

Untuk pembuatan tas, Febri dapat menjualnya dengan harga Rp. 380.000 per tas. Febri yakin untuk prospek bisnis dari lidi sawit ini bagus. Apalagi peluang untuk ekspor dapat dilakukan mengingat ketertarikan konsumen di negara luar sangat besar terhadap sesuatu yang unik, berbahan dasar alam yang tidak ada di negara tersebut.

Berbagai inovasi produk tersebut juga menjadi angin segar bagi industri sawit yang harus mulai bergerak memanfaatkan dan mengkomersialisasikan produk biomassa/limbah sawit seperti pelepah sawit. Banyaknya potensi produk bernilai ekonomi tinggi yang dihasilkan dari pemanfaatan pelepah sawit, diharapkan dapat menjadi peluang bisnis bagi para Sawitpreneur untuk berbisnis di bidang kelapa sawit yang merupakan komoditas kebanggaan Indonesia.

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on xing
Share on email

You may also like these articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *