Red Palm Oil: “The Most Precious Treasure” of Palm Oil Can Help the Body to Fight Against Coronavirus

  • English
  • Bahasa Indonesia

Palm oil-based food products that are widely known and used daily by Indonesian people are cooking oil. Palm cooking oil is derived from CPO (Crude Palm Oil) that have gone through refining, bleaching and deodorized processes, so that the CPO which was originally dark orange (reddish yellow), turns clear into golden yellow. Palm cooking oil producers carry out such a process to meet the preferences of consumers in Indonesia who want a clear color on palm cooking oil.

In fact, by removing the reddish orange color in palm oil means that we have also removed “the most precious treasure” contained in palm oil. Orange pigment in palm oil is a component that makes palm oil nominated as “the world’s richest natural plant” which is rich in beta carotene and a source of provitamin A. Beta carotene content in CPO reached 500-1000 ppm, or greater than carrots, tomatoes or banana.

In addition to being a precursor of vitamin A in the body, beta carotene also has an antioxidant function that is able to ward off free radicals. With this ability, beta carotene is able to prevent diseases caused by free radicals such as cancer, prevent premature aging, and also able to improve the body’s immune system.

The benefits of the beta carotene component in the orange color pigment that contained in palm oil (CPO) is very unfortunate if the component must be removed. Therefore, in recent years food technology researchers have continued to conduct research to obtain palm oil that has been removed by its impurity components (such as free fatty acids, gums and heavy metals) and without damaging the beneficial beta carotene content. The results of the study are called Red Palm Oil.

Red Palm Oil innovations produced by these researchers can be directly consumed as supplements in the form of capsules or liquids. The beta carotene content in Red Palm Oil is still quite high up to 650 ppm. The large potential of beta carotene makes Red Palm Oil a source of vitamin A that is more effective and cheaper than other sources of vitamin A. So that it can be used as a solution for public health problems in developing countries, namely Vitamin A Deficiency

As we all know, the Indonesian Ministry of Health annually in February and August organizes Vitamin A Month to meet the needs of vitamin A in children and pregnant women. Provision of vitamin A in children is also done to prevent stunting that can affect the child’s growth and cognitive development. There have also been many research that prove that consumption of Red Palm Oil has been shown to be effective in improving vitamin A status in children and mothers.

Not only is it rich in beta carotene, Red Palm Oil also has a large vitamin E content. One study written by Nagendran et al., And published in the Food and Nutrition Bulletin in 2000 showed that the vitamin E content in Red Palm Oil was 800 ppm which consists of 70 percent of tocotrienols, where the components of tocotrienols have an important role to inhibit cancer growth.

 

Recently, Prof. Sri Rahardjo, Professor of the Department of Food Technology and Agricultural Products, Gadjah Mada University (UGM), conducted research on Virgin Red Palm Oil. Besides containing vitamins A and E, the oil also contains 42 percent palmitic acid (saturated fatty acids) which functions to maintain and protect the health of the lungs. Palmitic acid is the main component about 60% phospholipid compound that lines the inner walls of the alveoi of the lungs. This phospholipid acts as a surfactant that can help facilitate the exchange of gases (oxygen and carbon dioxide) from the alveoli cavity to blood vessels or vice versa.

Associated with the outbreak of Covid-19 which has become a pandemic, the consumption of Red Palm Oil is needed by the body. The content of vitamin A (beta carotene) and vitamin E as a source of antioxidants can increase body immunity and body endurance and produce strong antibodies to fight viruses including Corona.

Palmitic acid intake in Red Palm Oil also has the ability to maintain the availability of palmitic acid (and phospholipids) so that the gas exchange process is smooth again. This is especially needed for Covid-19 patients who suffer from breathing difficulties due to the Coronavirus that attacks the lungs and cells in the alveoli. Once again, palm oil with various benefits contained Red Palm Oil can be present like a hero in the middle of the Covid-19 pandemic.

Produk pangan berbasis minyak sawit yang banyak dikenal dan digunakan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia adalah minyak goreng. Minyak goreng sawit berasal dari bahan baku CPO (Crude Palm Oil) yang telah melewati proses pemurnian (refining), pemucatan (bleaching) dan penghilangan bau (deodorized), sehingga CPO yang awalnya berwarna jingga pekat (kuning kemerahan) berubah menjadi jernih kuning keemasan. Produsen minyak goreng sawit melakukan proses yang sedemikian rupa untuk memenuhi preferensi konsumen masyarakat Indonesia yang menginginkan warna jernih pada minyak goreng sawit.

Sebenarnya, dengan menghilangkan warna jingga kemerahan pada minyak sawit berarti kita juga telah menghilangkan “harta yang berharga” yang terdapat dalam minyak sawit. Pigmen warna oranye dalam minyak sawit adalah komponen yang membuat minyak sawit dinominasikan sebagai “the world’s richest natural plant” yang kaya akan beta karoten dan sumber provitamin A. Kandungan beta karoten pada CPO mencapai 500-1000 ppm, atau lebih besar dibandingkan wortel, tomat atau pisang.

Selain menjadi prekusor vitamin A dalam tubuh,  beta carotene juga memiliki fungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Dengan kemampuannya tersebut, beta karoten mampu mencegah penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas seperti kanker, mencegah penuaan dini hingga mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Besarnya manfaat dari komponen beta carotene dalam pigmen warna oranye yang terkandung dalam minyak sawit (CPO) tersebut, sangat disayangkan jika komponen tersebut harus dihilangkan. Oleh karena itu, beberapa tahun terakhir para peneliti teknologi pangan terus melakukan penelitian untuk memperoleh minyak sawit yang telah dihilangkan komponen pengotornya (seperti asam lemak bebas, gum dan logam berat) dan tanpa merusak kandungan beta karoten yang bermanfaat. Hasil penelitian tersebut dinamakan dengan Red Palm Oil atau Minyak Sawit Merah (MSM).

Inovasi Red Palm Oil yang dihasilkan oleh para peneliti tersebut dapat langsung dikonsumsi seperti suplemen dalam bentuk kapsul atau cairan. Kandungan beta karoten dalam Red Palm Oil masih cukup tinggi hingga mencapai 650 ppm. Besarnya potensi beta karoten menjadikan Red Palm Oil sebagai sumber vitamin A yang lebih efektif dan murah dibandingkan sumber vitamin A lainnya. Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai solusi untuk masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang yaitu Kekurangan Vitamin A (KVA).

Seperti yang kita ketahui bersama, Kementerian Kesehatan RI setiap tahun di bulan Februari dan Agustus menyelenggarakan Bulan Vitamin A untuk memenuhi kebutuhan vitamin A pada anak dan ibu hamil. Pemberian vitamin A pada anak juga dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting yang dapat mempengaruhi perkembangan pertumbuhan dan kognitif anak. Telah banyak penelitian juga yang membuktikan bahwa konsumsi Red Palm Oil terbukti efektif meningkatkan status vitamin A pada anak dan ibu.

Tidak hanya kaya akan beta karoten, Red Palm Oil juga memiliki kandungan vitamin E yang besar. Salah satu penelitian yang ditulis oleh Nagendran et al., dan dipublikasikan di Food and Nutrition Bulletin tahun 2000 menunjukkan bahwa kandungan vitamin E dalam Red Palm Oil sebesar 800 ppm yang terdiri dari 70 persen tocotrienols, dimana komponen tocotrienols memiliki peran penting untuk menghambat pertumbuhan kanker.

Baru-baru ini juga Prof. Sri Rahardjo, Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), melakuan penelitian mengenai Virgin Red Palm Oil. Selain mengandung vitamin A dan E, minyak tersebut juga mengandung 42 persen asam palmitat (asam lemak jenuh) yang berfungsi menjaga dan melindungi kesehatan paru-paru. Asam palmitat merupakan komponen utama yakni sekitar 60% dari senyawa fosfolipida yang melapisi dinding bagian dalam rongga alveoli paru-paru. Fosfolipida ini berfungsi sebagai surfaktan yang dapat membantu memudahkan pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida) dari rongga alveoli ke pembuluh darah atau sebaliknya.

Dikaitkan dengan wabah Covid-19 yang sudah menjadi pandemi, konsumsi Red Palm Oil sangat diperlukan oleh tubuh. Kandungan vitamin A (beta karoten) dan vitamin E sebagai sumber antioksidan mampu meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh dan memproduksi antibodi yang kuat untuk melawan virus termasuk Corona.

Asupan asam palmitat pada Red Palm Oil juga memiliki kemampuan untuk menjaga ketersediaan asam palmitat (dan fosfolipida) sehingga proses pertukaran gas menjadi lancar kembali. Hal ini sangat dibutuhkan khususnya pasien Covid-19 yang menderita kesulitan bernafas akibat virus Corona yang menyerang paru-paru dan sel-sel pada alveoli. Sekali lagi, kelapa sawit dengan berbagai manfaat yang terkandung dalam Red Palm Oil dapat hadir seperti pahlawan di tengah pandemi Covid-19.

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on xing
Share on email

You may also like these articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *