Wabah virus Corona telah menjadi ancaman bagi Indonesia sejak dua bulan terakhir. Selain mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan ratusan pasien meninggal akibat virus tersebut, dampak lainnya yang ditimbulkan oleh virus Corona adalah melambatnya aktivitas perekonomian. Perekonomian yang melambat ini juga disebabkan sebagai akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah sebagai upaya penyebaran virus Corona. Penurunan aktivitas ekonomi ini berdampak pada peningkatan pengangguran serta penurunan pendapatan dan daya beli sehingga kesejahteraan menurun. Dampak tersebut semakin terasa berat dirasakan oleh masyarakat dengan pendapatan harian seperti pedagang, buruh harian lepas, pelaku moda transportasi, dll.

Dampak penurunan kesejahteraan akibat Corona tersebut juga “dimainkan” dan digunakan sebagai isu untuk menyebarkan black campaign terhadap industri sawit. Salah satu black campaign yang dimaksud adalah tersebarnya pernyataan yang menyebutkan bahwa petani sawit terancam kelaparan dan meminta bantuan sembako dari pemerintah akibat kesulitan ekonomi dan akses pangan di tengah pandemi Covid-19. Informasi kontroversial tersebut cenderung menggiring opini publik terkait kontribusi sawit yang belum mampu mensejahterakan petani sawit dalam situasi saat ini. Namun, isu tersebut mendapat kecaman dan protes dari seluruh petani sawit di Indonesia, karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Faktanya, saat ini aktivitas petani di kebun sawit masih berjalan normal dengan tetap mengikuti arahan pemerintah seperti physical distancing. Selain itu,  harga TBS petani sawit di awal Ramadhan tahun ini berkisar Rp 1,250-1,700 per kilogram. Harga ini lebih baik jika dibandingkan awal Ramadhan tahun 2019 sekitar Rp 800-1,350 per kilogram. Petani sawit telah teruji saat rendahnya harga TBS tahun lalu, namun petani sawit Indonesia masih bisa bertahan tidak kelaparan dan tetap mengoperasikan kebunnya. Meskipun terjadi kelangkaan pupuk terutama pupuk bersubsidi di beberapa provinsi akibat penerapan PSBB, namun hal tersebut tidak membuat petani sawit berhenti berkebun dan menjadi kelaparan. Sebaliknya, harga TBS petani sawit saat ini yang sedang “cantik” membuat petani senang dan sejahtera.

Petani dan industri sawit juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Salah satunya Bupati Rokan Hulu Riau menerbitkan Surat Edaran yang memastikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di daerahnya tetap beroperasi untuk menerima TBS dari petani rakyat di tengah kondisi pandemi Covid-19 dengan Protap Kesehatan. Keputusan tersebut juga sekaligus membantah informasi hoax yang beredar terkait penutupan PKS akibat Corona (PSBB) dan terbatasnya serapan PKS untuk TBS petani swadaya yang bukan menjadi prioritas PKS.

Tingginya harga TBS petani sawit dan jaminan PKS tetap beroperasi untuk menyerap TBS petani menjadi fakta untuk meng-counter black campaign yang menyebutkan susahnya nasib petani sawit akibat Corona sehingga membutuhkan bantuan dari pemerintah. Pengurus APKASINDO juga melaporkan ada tambahan tenaga kerja di perkebunan sawit yang berasal dari masyarakat yang sebelumnya bekerja di industri non sawit namun dirumahkan sebagai dampak Covid-19.

Bahkan petani sawit di Nunukan dapat memberikan bantuan 200 sak beras untuk warga di desanya yang kehilangan pendapatan sebagai dampak dari Covid-19. Petani di Papua Barat juga membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi di tengah pandemi ini. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan tersebut adalah berita hoax. Sebaliknya, kebun sawit dan petani sawit mampu berkontribusi untuk membantu perekonomian warga yang terdampak Covid-19. 

Ke depan, diharapkan semua pihak dari berbagai sektor menahan diri untuk tidak “bermain” menggunakan isu yang menyudutkan industri sawit nasional khususnya di tengah pandemi Covid-19. Sebaiknya semua pihak dari berbagai sektor saling tolong menolong untuk fokus memitigasi risiko dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan akibat wabah virus Corona. Sehingga tercipta gerakan bersama untuk kembali menguatkan perekonomian Indonesia.

0 0 votes
Berikan Rating Untuk Artikel Ini
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments