JURNAL MONITOR VOL.2 NO.38 : ISU EMISI GREEN HOUSE GAS DUNIA: “KEPALA GATAL, KAKI YANG DIGARUK”

TANGGAL PUBLIKASI : December 29, 2021
KEYWORDS : GHG, isu
PENULIS : PASPI MONITOR

ABSTRAK

Konsentrasi emisi GHG pada atmosfir bumi telah mengalami peningkatan yang cepat sejak era tahun 1700-an hingga saat ini. Mengacu pada data emisi global (Oliver et al., 2020), emisi GHG global total tahun 1990 sekitar 33.1 Gt CO2 eq dan terus meningkat menjadi 52.4 Gt CO2 eq (tidak termasuk LULUCF) atau sekitar 57.4 Gt CO2 eq (termasuk LULUCF) pada tahun 2019. Peningkatan konsentrasi GHG tersebut diyakini menjadi penyebab terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. Sumber utama emisi GHG berasal dari energi fosil. Sementara itu, Top-4 negara emiter dunia sejak dahulu sampai saat ini adalah Cina, India, USA dan EU-28. Oleh karena itu, negara Top-4 emiter tersebut harus bertanggung jawab dengan kesediaannya untuk menurunkan emisi khususnya dari penggunaan energi fosil sebagai solusi yang signifikan terhadap penurunan emisi global. Namun yang jadi permasalahan, apakah negara-negara tersebut bersedia menurunkan konsumsi fosilnya yang berarti juga menurunkan kesejahteraanya? Solusi lainnya adalah implementasi Polluter Pay Principles (PPP), dimana Top-4 emiter dunia sebagai polluter wajib membayar biaya emisi (eksternal negatif) kepada masyarakat yang terkena dampak sebagai bentuk tanggung jawabnya atas kontribusinya terhadap kenaikan emisi global. Namun sebaliknya, negara emitter utama khususnya Uni Eropa dan Amerika Serikat justru membentuk aliansi yang bertugas untuk mengalihkan isu dan tanggung jawab emisi GHG kepada industri sawit global. Pepatah “kepala gatal, kaki yang digaruk” cocok menggambarkan fenomena tersebut. NGO dan aliansinya mem-framing industri sawit sebagai driver emiter utama, driver deforestasi dan isu lainnya. Apa yang dilakukan oleh kedua negara maju dan emitter utama dunia tersebut justru tidak menyumbang solusi bahkan semakin menjauhkan masyarakat dunia dari solusi penurunan emisi global. Aliansi-aliansi yang dibentuk oleh top emiter dunia khususnya Uni Eropa dan Amerika Serikat seharusnya melihat sawit dengan segala keunggulannya (produktivitas yang tinggi, life cycle yang panjang dan produk biofuel sawit yang rendah emisi dan mampu menggantikan fossil fuel) sebagai solusi penurunan emisi global bukan sebagai “kambing hitam”.

PUBLIK FULL TEXT (KONTEN MEMILIKI HAK CIPTA)

CITASI

European Commission. 2013. The Impact of EU Consumption on Deforestation: Comprehensive Analysis of the Impact of EU Consumption on Deforestation. Final Report.

European Commission. 2019. Supplementing Directive (EU) 2018/2001 As Regards the Determination of High Indirect Land-Use Change-Risk Feedstock For Which A Significant Expansion Of The Production Area Into Land With High Carbon Stock Is Observed And The Certification Of Low Indirect Land-Use Change-Risk Biofuels, Bioliquids And Biomass Fuels. Brussels

International Energy Agency. 2016. Emission from Fuel Combustion. www.iea.org.

International Energy Agency. 2019. Emission from Fuel Combustion. www.iea.org.

Kallis G, V Kostakis, S Lange, B Muraca, S Paulson, M Schmelzer. 2018. Research on Degrowth. Annual Review of Environment and Resources. 43:291–316.

Lane L. 2012. Economic Growth, Climate Change, Confusion, and Rent Seeking: The Case of Palm Oil. Journal of Oil Palm &The Environment. 3:1-8.

Liska A.J. 2015. Eight Principles of Uncertainty for Life Cycle Assessment of Biofuel System. University of Nebraska – Lincoln DigitalCommons@University of
Nebraska – Lincoln.

Olivier JGJ, Schure KM, Peters JAHW. 2020. Trends in Global CO2 and Total Greenhouse Gas Emissions: 2020 Report [internet] https://www.pbl.nl/en/publications/

Ritchie H, Roser M. 2017. CO2 and Other Greenhous Gas Emissions [internet]. Tersedia pada: https://ourworldindata.org/co2-and-other-greenhouse-gas-emissions

Roberts JM. 2011. How Western Environmental Policies Are Stunting Economic Growth in Developing Countries. Journal of Oil Palm &The Environment. 2 :48-62.

Salleh KM. 2021. The Impact of Negative Perceptions Palm Oil in the European Union on the Competetitiveness of Malaysian Palm Oil Exports. MPOB.

Sundram K, U Kumar. 2020. The EU’s Farm To Fork (F2F) and Biodiversity Strategies- Serious Implications for Palm Oil A Head. Journal of Oil Palm, Environment & Health. 11:1-5.

The Royal Society, 2020. Climate Change Evidence & Causes Update 2020. An overview from the Royal Society and the US National Academy of Sciences

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x