JURNAL MONITOR VOL.2 NO.29 : KEBUN SAWIT “LUMBUNG” VITAMIN A DAN VITAMIN E

TANGGAL PUBLIKASI : December 29, 2021
KEYWORDS : vitamin
PENULIS : PASPI MONITOR

ABSTRAK

Tidak hanya menghasilkan minyak nabati yang paling efisien dan produktif, perkebunan sawit juga berpotensi sebagai “lumbung” terbesar yang menghasilkan Vitamin A dan E. Studi Kumar and Krishna (2014) menyebutkan bahwa kandungan Vitamin A (beta-carotene) pada minyak sawit sekitar 569 ppm, sedangkan kandungan vitamin E (tocopherol, tocotrienols) mencapai sekitar 1367 ppm. Kandungan Vitamin A dalam minyak sawit lebih tinggi dibandingkan sayur dan buah, begitu juga dengan kandungan Vitamin E pada minyak sawit lebih tinggi dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. Namun selama ini potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan optimal.

 Di sisi lain, kebutuhan Vitamin A dan E Indonesia setiap tahun juga terus meningkat sehingga menyebabkan harus mengimpor. Nilai impor Vitamin A dan E mengalami peningkatan dari USD 8.6 juta menjadi USD 52 juta atau meningkat lebih 6 kali lipat dalam periode yang sama. Kondisi ini tentu saja berdampak pada neraca perdagangan Indonesia.

Subsitusi impor Vitamin A dan E menjadi kebutuhan nasional yang mendesak ke depan seiring dengan meningkatnya kebutuhan vitamin tersebut.  Oleh karena itu, diperlukan strategi subsitusi impor untuk mensubstitusi Vitamin A dan E impor dengan memanen Vitamin A dan E dari perkebunan sawit Indonesia. Jika dilakukan pengembangan teknologi pemanenan Vitamin A dan E dari proses pengolahan minyak sawit, perkebunan sawit Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat global.

PUBLIK FULL TEXT (KONTEN MEMILIKI HAK CIPTA)

CITASI

Andarwulan N. 2020. Perkembangan Penelitian Fitokimia (Komponen Mikro) Minyak Sawit. Bogor: SEAFAST Center IPB

Dauqan E, Sani AH, Aminah A, Muhamad H, Top AGM. 2011. Vitamin E and Beta Carotene Composition in Four Different Vegetable Oils. American Journal of Applied Science. 8 (5): 407-421

Hariyadi P. 2010. Mengenal Minyak Sawit dengan Berbagai Karakter Unggulnya. GAPKI.

Hutabarat R. 2020. Prospek Bisnis Beta Carotene Dan Tocopherol Sebagai Sumber Vitamin A Dan E Berbasis Minyak Kelapa Sawit. Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (Apolin).

[ITC Trademao] International Trade Centre. 2021. Trade Map, Trade Statistic for International Business Development. Tersedia pada: https://www.trademap.org/

Kumar PKP, AGG Krishna. 2014. Physico-chemical characteristics and nutraceutical distribution of crude palm oil and its fractions. India: Department of Lipid Science and Traditional Foods, CSIR-Central Food Technological Research Institute, Mysore-570020.

Nagendran B, UR Unnithan, YM Choo, Kalyana S. 2000. Characteristics of Red Palm Oil, a Carotene and Vitamin E Rich Refined Oil For Food Uses. Food and Nutrition Bulletion. 21(2): 189-194

Scrimshow NS. 2000. Nutritional Potential Of Red Palm Oil For Combating Vitamin A Deficiency. Food and Nutrition Bulletin. 21(2): 195-201.

Sen CN, C Rink, S Khanna, 2010. Palm Oil–Derived Natural Vitamin E Tocotrienol in Brain Health and Disease. J Am Coll Nutr. 29(3): 314–323.

Wahyuniardi R, Dimyati TT, Ikrawan Y, Widiantara W. 2017. Pre-Feasibilit of the Establishment Vitamin A (Retinol Palmitate) Industry in Indonesia. Rasyan J.Chem. 10(1): 99-110.

PDF FILE

Share this article

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x