JURNAL MONITOR VOL.2 NO.30 : INDUSTRI SAWIT MENTRANSFORMASI EKONOMI RIAU DARI NON-RENEWABLE MENJADI RENEWABLE

TANGGAL PUBLIKASI : December 29, 2021
KEYWORDS : ekonomi
PENULIS : PASPI MONITOR

ABSTRAK

Perekonomian Riau sejak era Kolonial dibangun dengan andalan non-renewable resources berbasiskan minyak bumi dengan aktor utama korporasi multinasional yaitu Caltex (California Texas Oil Corporation). Produksi minyak bumi Riau tertinggi yang pernah tercapai sebesar satu juta barel per hari tahun 1976, namun produksinya terus menurun menjadi hanya 222 ribu barrel per hari tahun 2000 dan 76 ribu barel per hari pada tahun 2019. Penurunan peran sektor migas dalam ekonomi Riau juga terlihat pada pangsanya dalam struktur PDRB (dari 62 persen menjadi 14 persen) dan struktur ekspor (dari 86 persen menjadi 4 persen) dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Di sisi lain, Riau berhasil mengembangkan ekonomi berbasiskan sumberdaya yang lebihi renewable yakni perkebunan sawit dengan aktor utama sinergitas perkebunan sawit rakyat, swasta dan BUMN (PTPN). Perkebunan sawit juga telah berperan menjadi penggerak ekonomi Riau baik dalam pertumbuhan ekonomi kabupaten, pengurangan pengangguran dan kemiskinan. Bahkan dalam ekspor Riau, industri sawit berhasil menggantikan posisi migas dengan pangsa ekspornya meningkat dari hanya 0.34 persen menjadi 60 persen. Hal ini menunjukkan bahwa industri sawit telah mentransformasi ekonomi Riau dari non-renewable economy dan eksklusif kepada renewable economy dan inklusif.

Peran perkebunan sawit di Riau juga tidak hanya mentransformasi perekonomiannya saja tetapi menciptakan nilai baru yakni nilai lingkungan, mengingat perannya sebagai carbon sink dan carbon stock. Pada era minyak bumi, Riau menghasilkan emisi karbon yang cukup besar ke atmosfir bumi, sebaliknya perkebunan sawit justru menyerap karbon dioksida dari atmosfir bumi. Melalui perkebunan sawit membersihkan kembali udara bumi, yang dikotori ekonomi migas. Artinya terjadinya juga transformasi ekonomi Riau dari unsustainable economy ke sustainable economy.

PUBLIK FULL TEXT (KONTEN MEMILIKI HAK CIPTA)

CITASI

Apresian SR, A Tyson, H Varkkey, SB Choiruzzad, R Indraswari. 2020. Palm Oil Development in Riau, Indonesia: Balancing Economic Growth and Environmental Protection. International Journal of Humanities and Social Sciences. 2(1): 1-29.

Arifin J, N Syahruddin. 2011. Causality Relationship between Renewable and Non-Renewable Energy Consumption and GDP in Indonesia. Economics and Finance in Indonesia. 59 (1): 1-18.

Battaile B, S. Mishra. 2015. Transforming Non-Renewable Resource Economies (NREs). IMF Working Paper.

Chan CK. 2002. Oil Palm Carbon Sequestration and Carbon Accounting: Our Global Strength. Presented at MPOA Seminar 2002: R&D for competitive edge in the Malaysian oil palm industry. Kuala Lumpur: Malaysian Palm Oil Association (MPOA).

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2007. Statistik Perkebunan Kelapa Sawit.

Harun J. 2009. Permasalahan Minyak dan Gas Bumi di Riau. Jurnal Ekonomi. 17(3): 49-54.

Hasanah H, D Bakce, B Dewi. 2015. Peranan Sektor Perkebunan Terhadap Perekonomian Provinsi Riau. Jom Faperta. 3(1)

Henson I. 1999. Comparative Ecophysiology of Palm Oil and Tropical Rainforest. Oil Palm and Environment a Malaysian Perspective. Malaysian Oil Palm Brower Council. Kuala Lumpur.

Krisna V. 2017. Oil Palm and Regional Economic Development. University of Goettingen, Germany.

[PASPI] Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Insitute. 2014. The Sustainability of Indonesian Palm Oil Industry: Its role in Economic Growth, Rural Development, Poverty Reduction, and Environmental Sustainability. Bogor.

Pearce DW, RK Turner. 1990. Economics of Natural Resources and the Environment.Baltimore. Johns Hopkins University.

Sipayung T. 2012. Ekonomi Agribisnis Minyak Sawit. IPB Press. Bogor.

Sipayung T. 2021. Kontribusi Industri Sawit Dalam Ekonomi Riau. Dipresentasikan pada acara Palm O’Corner 2021. Dapat diakses pada: https://palmoilina.asia/palmoil_program/palm-ocorner-2021-universitas-riau-industri-sawit-dalam-perekonomian-dan-kesejahteraan-masyarakat-riau/

Syahza A. 2005. Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Efek Ekonomi Pedesaan di Daerah Riau. Jurnal Ekonomi. 10(3).

Varkkey H. 2012. The Growth and Prospect for the Oil Palm Plantation Industry in Indonesia. Oil Palm Industry Economic Jurnal. 12 (2): 1-13

World Growth. 2011. The Economic Benefit of Palm Oil to Indonesia. World Growth

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x