JURNAL MONITOR VOL.2 NO.20 : PERKEBUNAN SAWIT MAMPU MERESTORASI DEGRADED LAND MENJADI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI BARU

TANGGAL PUBLIKASI : December 27, 2021
KEYWORDS : degraded land, Sawit
PENULIS : PASPI MONITOR

ABSTRAK

Pengembangan perkebunan kelapa sawit dapat dikategorikan sebagai pioner kegiatan ekonomi karena mampu menggerakkan daerah degraded land yang berada di pelosok, pinggiran dan daerah tertinggal seperti daerah bekas logging menjadi mesin ekonomi yang menghasilkan “kue ekonomi” yang dinikmati masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu, pengembangan perkebunan sawit oleh korporasi (negara dan swasta) dan petani (plasma maupun swadaya) mampu mendorong tumbuhnya sektor jasa pendukung seperti jasa transportasi jasa keuangan/perbankan, jasa suplier barang/jasa perkantoran, jasa perdagangan bahan pangan, jasa warung/restoran makan, jasa perdagangan antar kota, dan lain-lain. Aktivitas ekonomi antar pelaku perkebunan sawit dengan jasa pendukung mampu membentuk suatu kawasan agropolitan yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah tersebut.

Selain menjadi pioner dalam pertumbuhan ekonomi baru di kawasan degraded land, perkebunan sawit juga mampu berperan dalam peningkatan pendapatan petani maupun pertumbuhan ekonomi daerah (PDRB). Implikasinya adalah mampu merubah daerah yang sebelumnya berupa degraded land yang menjadi sumber kemiskinan menjadi lokomotif pengurangan kemiskinan pedesaan dan perkotaan.

PUBLIK FULL TEXT (KONTEN MEMILIKI HAK CIPTA)

CITASI

Apresian SR, A Tyson, H Varkkey, SB Choiruzzad, R Indraswari. 2020. Palm Oil Development in Riau, Indonesia: Balancing Economic Growth and Environmental Protection. International Journal of Humanities and Social Sciences. 2(1): 1-29.

Badrun M. 2010. Lintasan 30 Tahun Pengembangan Kelapa Sawit. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementeriah Pertanian Republik Indonesia.

Budidarsono S, Dewi S, Sofiyuddin M, Rahmanulloh A. 2012. Socioeconomic Impact Assessment of Palm Oil Production. Technical Brief No. 27: Palm Oil Series. World Agroforestry Centre -(ICRAF), SEA Regional Office.

Edward R. 2019. Export Agriculture and Rural Poverty: Evidence from Indonesian Palm Oil. Darthmouth College. Hannover.
Forest Watch Indonesia. 2001. Keadaan Hutan Indonesia. Bogor.

Gunarso P, Hartoyo ME, Fahmudin A, Killeen TJ. 2013. Oil Palm and Land Use Change in Indonesia, Malaysia And Papua New Guinea [internet]. Tersedia pada : https://www.tropenbos.org/resources/publications/oil+palm+and+land+use+change+in+indonesia%2C+malaysia+and+papua+new+guinea

Krisna V. 2017. Oil Palm and Regional Economic Development. University of Goettingen, Germany.

[PASPI] Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Insitute. 2014. The Sustainability of Indonesian Palm Oil Industry: Its role in Economic Growth, Rural Development, Poverty Reduction, and Environmental Sustainability. Bogor: IPB Press.

[PASPI] Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Insitute. 2017. Mitos dan Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Aspek Sosial, Ekonomi dan Lingkungan. Bogor: IPB Press.

Riffin A. 2012. The Contribution of palm oil industry to Indonesia Economy. Input-Output Analysis. 20(1): 72-83.

Sipayung T. 2012. Ekonomi Agribisnis Minyak Sawit. Bogor: IPB Press.

Sipayung T. 2018. Politik Ekonomi Perkelapasawitan Indonesia. Bogor: IPB Press.

Susila WR. 2004. Contribution of Oil Palm Industry to Economic Growth and Poverty Alleviation in Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian. 23(3):107–114

Susila WR, IDM Darma Setiawan. 2007. The Role of Estate Crop-Based Industries on Economic Growth and Equity: Social Accounting Matrix Approach. Jurnal Agro Ekonomi. 25(2):125–14.

Varkkey H. 2012. The Growth and Prospect for the Oil Palm Plantation Industry in Indonesia. Oil Palm Industry Economic Jurnal. 12(2): 1-13.

World Growth. 2011. The Economic Benefit of Palm Oil to Indonesia. World Growth

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x