JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.16 : MULTIPLE BENEFITS OF THE PALM OIL BIODIESEL MANDATORY POLICY

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

8
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

The biodiesel mandatory policy in Indonesia in the last 10 years (2010-2020) has experienced rapid development from B-1 to B-30. This success is supported by the availability of palm oil as the main raw material as well as export tax policies and financing facilities from the Palm Oil Fund for the purchase of biodiesel by Pertamina following the HIP biodiesel set by the government.

The implementation of mandatory biodiesel policies in Indonesia has been proven to provide economic, social, and environmental benefits. The mandatory biodiesel has created various economic benefits for Indonesia. These benefits referred to are reducing dependence on imports of fossil diesel so it can save foreign exchange on fossil diesel imports and improve the oil and gas balance, creating added value and economic growth.

 

The social benefits generated by biodiesel mandatory including creating job opportunities and poverty alleviation. The creation of job opportunities is greater along with the increasing blending rate.

The implementation of the mandatory palm biodiesel policy also produces environmental benefits, such as reduction in GHG emissions. The reduction in GHG emissions is also getting bigger along with the increasing blending rate of biodiesel with fossil diesel. GHG savings achieved in 2020 (B30) can contribute around 59 percent of the GHG emission reduction target in the Energy and Transportation Sector in Nationally Determined Contribution (NDC).

Kebijakan mandatori biodiesel di Indonesia dalam 10 tahun terakhir (periode tahun 2010-2020) telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dari B-1 menjadi B-30. Keberhasilan tersebut didukung oleh ketersediaan bahan baku utama yakni minyak sawit serta kebijakan pajak ekspor dan fasilitas pembiayaan dari Dana Sawit untuk pembelian biodiesel oleh Pertamina sesuai dengan Harga Indeks Pembelian (HIP biodiesel) yang ditetapkan pemerintah.

 Implementasi kebijakan mandatori biodiesel di Indonesia terbukti memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan. Mandatori biodiesel telah menciptakan berbagai manfaat ekonomi bagi Indonesia. Manfaat yang dimaksud yakni mengurangi ketergantungan pada impor solar fosil sehingga dapat menghemat devisa impor solar dan memperbaiki neraca migas, menciptakan nilai tambah serta pertumbuhan ekonomi.

 

Manfaat sosial yang dihasilkan oleh mandatori biodiesel antara lain adalah penciptaan kesempatan kerja dan penurunan kemiskinan. Penciptaan kesempatan kerja makin besar seiring dengan makin besarnya blending rate.

Implementasi kebijakan mandatori biodiesel sawit juga menghasilkan manfaat lingkungan yakni penurunan emisi GRK nasional. Penurunan emisi GRK juga semakin besar seiring dengan meningkatnya blending rate biodiesel dengan solar fosil. Penghematan GHG yang dicapai pada tahun 2020 (B30) mampu menyumbang sekitar 59 persen dari target penurunan emisi GRK Sektor Energi dan Transportasi pada Nationally Determined Contribution (NDC).

Download Journal

English Version

Indonesian Version