JOURNAL MONITOR EDITION 8 : CONTRIBUTION OF INDONESIAN AGRICULTURAL TOWARD GLOBAL AGRICULTURAL GHG EMISSIONS

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

Indonesian agriculture sectors include palm oil plantations is considered as a major contributor of global GHG emissions. The accusation also seems to blaming the world agricultural sector as a major contributor to global GHG emissions, because the Indonesian agriculture sector is also part of the world agriculture sector.

The accusation is not in accordance with the empirical data and facts presented in various studies such as Olivier et al., (2020) and IEA (2016) which state that the contribution of the energy sector to global GHG emissions is greater than the agriculture sector. Although the contribution of emissions from the global agricultural sector is smaller, this sector also produced emissions in the form of methane gas (CH4) and Sodium oxide (NO2) gas which is mostly produced by livestock and the use of manure (76 percent) and rice cultivation (17 percent).

Based on its major emitter countries, the countries which produced largest global agricultural emission were China (13 percent), India (12 percent), Brazil (8 percent), European Union (7 percent) and USA (7 percent). Meanwhile, contribution of Indonesian agriculture sector only 3 percent of total global agriculture emission. Therefore, the accusation that mentioned that Indonesia’s agriculture sector contributed largest global agriculture emission is a false accusation.

As one of the largest agricultural countries in the world, Indonesian agriculture sector also produced emissions from rice cultivation (69 percent) and animal husbandry and the use of manure (26 percent). The data also confirms that oil palm plantations (both from the cultivation and use of peatlands) are not the largest GHG emitters in Indonesian agriculture sector. With these empirical facts show that if Indonesia wants to reduce GHG emissions in the agricultural sector, the emission reductions that must be done are the emissions resulting from rice cultivation activities and livestock sector activities.

Sektor pertanian Indonesia termasuk didalamnya kebun sawit dianggap sebagai kontributor utama emisi GRK dunia. Tuduhan tersebut juga terkesan menyudutkan sektor pertanian dunia sebagai kontributor utama emisi GRK dunia, karena sektor pertanian Indonesia juga merupakan bagian dari sektor pertanian dunia.

Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan data dan fakta empiris yang disajikan pada berbagai studi seperti Olivier et al., (2020) dan IEA (2016) yang menyebutkan kontribusi sektor energi terhadap emisi GRK dunia lebih besar dibandingkan sektor pertanian. Meskipun kontribusi emisi dari sektor pertanian lebih kecil, namun sektor ini juga menghasilkan emisi berupa gas methane (CH4) dan gas Natrium oksida (NO2) yang sebagian besar dihasilkan oleh dengan peternakan dan pemanfaatan pupuk kandang (76 persen) dan budidaya padi (17 persen).

Berdasarkan negara emitternya, negara yang menghasilkan emisi sektor pertanian terbesar di dunia adalah China (13 persen), India (12 persen), Brazil (8 persen), Uni Eropa (7 persen) dan Amerika Serikat (7 persen). Sementara itu, kontribusi sektor pertanian Indonesia hanya sebesar 3 persen, artinya tuduhan yang menyebutkan sektor pertanian Indonesia menyumbang emisi GRK terbesar pada sektor pertanian global adalah tuduhan yang keliru.

Sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia, sektor pertanian Indonesia juga menghasilkan emisi yang berasal dari budidaya padi (69 persen) serta peternakan dan pemanfaatan pupuk kandang (26 persen). Dengan fakta-fakta empiris tersebut menunjukkan bahwa jika Indonesia ingin mengurangi emisi GRK sektor pertanian, maka pengurangan emisi yang harus dilakukan adalah emisi yang dihasilkan dari kegiatan budidaya padi dan kegiatan sektor peternakan. Data tersebut juga semakin menegaskan bahwa kebun sawit (baik dari budidaya dan pemanfaatan lahan gambut) bukan sebagai penghasil emisi GRK terbesar sektor pertanian Indonesia.

Download Journal

English Version

Indonesian Version