JOURNAL MONITOR EDITION 36 : INCLUSIVITY OF OIL PALM PLANTATIONS

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

8
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

As stated by the World Bank (2012) in its publication entitled: Inclusive Green Growth: The Pathway to Sustainable Development, it is stated that sustainability is not enough to only green growth but also must be inclusive. Therefore, to measure sustainability requires indicators of inclusivity both economically, socially, and ecologically. Inclusivity indicators for each sector may be different but have the same principles.

The development of the oil palm industry, including plantations as one of the strategic industries/sectors in Indonesia, is also mandated to uphold the principle of inclusity in these three aspects. Built in, the presence of oil palm plantations also has economic, social and ecological benefits that are not only enjoyed by those who are directly involved in oil palm plantations as farmers or plantation company workers, but also enjoyed by the local community who are not directly involved with oil palm plantations. This shows the inclusivity of oil palm plantations and establishes itself as part of the solution to achieving the SDGs. In addition, the inclusivity of oil palm plantations can also be used as a counter issue for the massive black campaigns attacking palm oil.

Sebagaimana dikemukakan World Bank (2012) dalam publikasinya yang berjudul : Inclusive Green Growth : The Pathway to Sustainable Development, mengungkapkan bahwa keberlanjutan tidak cukup hanya bertumbuh “hijau” (green growth) tetapi juga haruslah bersifat inklusif. Oleh karena itu, untuk mengukur sustainability memerlukan indikator inklusifitas baik secara ekonomi, sosial maupun ekologi. Indikator-indikator inklusifitas masing-masing sektor mungkin berbeda namun memiliki prinsip yang sama.

Pembangunan industri sawit termasuk perkebunan sawit sebagai salah satu industri/sektor strategis di Indonesia, juga diamanatkan harus memegang teguh prinsip inklusifitas dalam ketiga bidang/aspek tersebut. Secara built in, kehadiran perkebunan sawit juga telah memberikan dampak dan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologi yang tidak hanya dinikmati oleh mereka yang terlibat langsung dalam perkebunan sawit sebagai petani atau tenaga kerja perusahaan perkebunan, tetapi juga dinikmati oleh masyarakat umum yang tidak terlibat secara langsung dengan kebun sawit. Hal ini menunjukkan bahwa inklusifitas perkebunan sawit dan mengukuhkan dirinya sebagai bagian solusi dari pencapaian SDGs. Selain itu, fakta yang menunjukkan inklusifitas perkebunan sawit dapat juga dijadikan sebagai counter issue atas maraknya black campaign yang menyerang sawit.

 

Download Journal

English Version

Indonesian Version