Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

Indonesian, English


  • English
  • Indonesian
Indonesia is the largest producer of palm oil and most of it is consumed by the global community. Therefore, the principles of sustainability that have become the demands of the global community need to be fulfilled in the palm oil production process in Indonesia. Indonesia’s commitment is reflected in the sustainability certification system for oil palm plantations (ISPO and RSPO). The plantation area and production volume of Indonesian palm oil that has been certified by ISPO and RSPO also increase every year.


At the global level, the Indonesia is also the largest producer of RSPO certified palm oil with a share of around 56 percent. Not only Indonesia, total volume of palm oil production with sustainability certification in the world also shows an increasing trend from year to year. This shows the strong commitment of global business actors to producing palm oil that meets sustainable principles.

Since the RSPO certification was carried out, every year there has been an oversupply where sales of certified sustainable palm oil are far below production. It is estimated that the RSPO sustainability certification has not been able to convey a message and convince global consumers about the fulfillment of sustainability aspects in the palm oil production process. On the other hand, this condition has the potential to harm palm oil producers because they have to bear the relatively high cost of RSPO certification.

Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia dan sebagian besar minyak sawit ditujukan untuk masyarakat global. Oleh karena itu, prinsip-prinsip keberlanjutan yang telah menjadi tuntutan masyarakat global, perlu dipenuhi dalam proses produksi minyak sawit di Indonesia. Komitmen Indonesia tersebut tercermin dalam sistem sertifikasi kebelanjutan pada perkebunan sawit (ISPO dan RSPO). Luas areal perkebunan dan volume produksi minyak sawit Indonesia yang telah tersertifikasi ISPO dan RSPO juga menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.


Pada level global, Indonesia menjadi produsen terbesar untuk minyak sawit yang bersertifikat RSPO dengan pangsa sekitar 56 persen. Tidak hanya Indonesia, volume produksi minyak sawit global dengan sertifikasi keberlanjutan juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini menggambatkan bahwa kuatnya komitmen dari pelaku usaha global untuk menghasilkan minyak sawit yang memenuhi prinsip-prinsip berkelanjutan.

Sejak sertifikasi RSPO dilakukan, setiap tahun konsisten terjadi oversupply dimana penjualan minyak sawit tersertifikasi berkelanjutan jauh dibawah produksinya. Diperkirakan sertifikasi keberlanjutan RSPO belum mampu menyampaikan pesan dan meyakinkan konsumen dunia tentang telah terpenuhinya aspek keberlanjutan pada proses produksi minyak sawit. Di sisi lain, kondisi ini berpotensi merugikan produsen minyak sawit dunia karena produsen harus menanggung biaya sertifikasi RSPO yang relatif mahal.

Download Journal

English Version

Indonesian Version