JOURNAL MONITOR EDITION 31 : THE CONTRIBUTION OF PALM OIL INDUSTRY TO SDGs

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

8
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

Sustainable Development Goals (SDGs) is a global development platform based on sustainable development paradigm stated that economic growth and environmental preservation can be managed optimally so that it can achieve economic, social and environmental development goals in a long-term perspective. SDGs initiated by the United Nations (UN) in 2015 with target achievements during 2016-2030. SDGs have 17 goals and 169 targets which can be divided into three main aspects, namely economic, social and environmental aspects.

Indonesia as a member of the United Nations which is also a country that has participated in ratifying the SDGs has also issued policies that support the implementation of SDGs in Indonesia and mandates all sectors to contribute to the achievement of the SDGs. The palm oil industry as one of the national strategic industries has proactively positioned itself as part of the solution that contributes to the achievement of SDGs goals at the local/regional, national and global levels.

This is confirmed based on empirical research or studies, the palm oil industry has contributed to the achievement of 16 of the 17 SDGs goals. In the economic aspect, this industry has achieved: SDG-1 (No Poverty); SDG-2 (Zero Hunger); SDG-7 (Afordable and Clean Energy); SDG-8 (Decent Work and Economic Growth); SDG-9 (Industry, Innovation and Infrastructure); SDG-10 (Reducing Inequality); and SDG-12 (Responsible Consumption and Production). In the social aspect, namely: SDG-3 (Good Health and Well-being); SDG-4 (Quality Education); SDG-5 (Gender equality); SDG-6 (Clean Water and Sanitation); SDG-11 (Sustainable Cities and Communities); and SDG-16 (Peace, Justice and Strong Institution). Meanwhile, in the environmental aspect this industry also contributes to the achievement of: SDG-13 (Climate Action); SDG-14 (Life Below Water); and SDG-15 (Life on Land).

Given the importance of information in knowing the contribution of the palm oil industry to the SDGs as an material campaign for promoting so that increasing acceptance in the global market, as well as being a “weapon” to fight against black campaign and policies that discriminate against palm oil (trade barrier), research on this topic with using updated comprehensive data (from upstream to downstream) and a comprehensive approach (analysis method) is very needed. Therefore, the government through BPDPKS by utilizing CPO Support Fund (CSF) can conduct that research as soon as possible.

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan platform pembangunan global dengan menggunakan paradigma dasar yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat dikelola secara optimal sehingga dapat menghasilkan tujuan pembangunan ekonomi, sosial dan pelestarian lingkungan dalam perspektif jangka panjang. SDGs diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 dengan target pencapaian selama periode tahun 2016-2030. Sebagai platform pembangunan global yang disepakati bersama, SDGs memiliki 17 tujuan besar dan 169 target yang dapat dikelompokkan pada tiga aspek utama yakni ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

Indonesia sebagai anggota PBB yang juga sebagai negara yang ikut meratifikasi SDGs juga telah menerbitkan kebijakan yang mendukung implementasi SDGs di Indonesia dan mengamanatkan seluruh sektor untuk berkontribusi terhadap pencapaian SDGs. Industri kelapa sawit nasional sebagai salah satu industri strategis nasional secara proaktif telahmemposisikan dirinya sebagai bagian solusi yang berkontribusi pada pencapaian tujuan-tujuan SDGs baik level lokal/daerah, nasional maupun global.

Hal tersebut terkonfirmasi berdasarkan penelitian/studi empiris, industri kelapa sawit telah berkontribusi pada pencapaian 16 tujuan dari 17 tujuan SDGs. Pada aspek ekonomi, industri ini telah mencapai: SDG-1 (Menghapus Kemiskinan); SDG-2 (Menghapus kelaparan, kekurangan gizi dan membangun ketahanan pangan inklusif); SDG-7 (Membangun energi yang berkelanjutan); SDG-8 (Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja yang inklusif); SDG-9 (Infrastruktur dan industrialisasi dan inovasi); SDG-10 (Pengurangan ketimpangan); dan SDG-12 (Konsumsi dan produksi yang berkelanjutan). Pada aspek sosial yakni: SDG-3 (Kesehatan dan kesejahteraan); SDG-4 (Pendidikan berkualitas yang inklusif); SDG-5 (Kesamaan gender); SDG-6 (Ketersediaan air bersih dan sanitasi) ; SDG-11 (Pembangunan kota dan desa (pemukiman) yang inklusif, aman dan berkelanjutan); dan SDG-16 (Perdamaian dan keadilan sosial yang inklusif). Sementara itu, dalam aspek lingkungan industri ini juga berkontribusi terhadap pencapaian: SDG-13 (Mengatasi perubahan iklim global dan dampaknya); SDG-14 (Konservasi dan pemanfaaran sumberdaya perairan secara berkelanjutan); dan SDG-15 (Pengelolaan biodiversitas, ekosistem daratan dan hutan secara berkelanjutan).

Mengingat pentingnya informasi untuk mengetahui kontribusi industri sawit terhadap SDGs sebagai bahan promosi sawit untuk meningkatkan keberterimaan di pasar global serta menjadi “senjata” untuk melawan kampanye negafif dan kebijakan yang mendiskriminasi sawit, maka penelitian mengenai topik tersebut dengan menggunakan data komprehensif  yang  ter-update (dari hulu hingga hilir) dan pendekatan (metode analisis) yang komprehensif sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pemerintah melalui BPDPKS dengan memanfaatkan dana riset sawitnya dapat sesegera mungkin melakukan penelitian dengan topik tersebut
Download Journal

English Version

Indonesian Version