JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.29 : OIL PALM PLANTATION IS A “BARN” OF VITAMIN A AND VITAMIN E

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian
Not only does it produce the most efficient and productive vegetable oil, oil palm plantations also have the potential to become the largest “barn” for producing Vitamins A and E. A study by Kumar and Krishna (2014) states that the content of Vitamin A (beta-carotene) in palm oil is around 569 ppm, while the content of vitamin E (tocopherols, tocotrienols) is about 1367 ppm. The content of Vitamin A in palm oil is higher than in vegetables and fruit, as well as the content of Vitamin E in palm oil is higher than in other vegetable oils. However, this potential has not been utilized optimally.

 

On the other hand, Indonesia’s need for Vitamins A and E continues to increase every year and cannot be met domestically, so this condition causes the volume and value of imports to increase. The import value of Vitamins A and E increased from USD 8.6 million to USD 52 million, or more than 6 times in the same period. This condition has an impact on Indonesia’s trade balance.

Import substitution of Vitamins A and E will become an urgent national need in the future along with the increasing need for these vitamins. Therefore, an import substitution strategy is needed to substitute for the import of Vitamins A and E by harvesting them from oil palm plantations. If the development of technology for harvesting Vitamins A and E from palm oil processing is carried out, Indonesian palm oil plantations will not only be able to meet domestic needs, but also have the potential to meet the needs of the global community.

 

Tidak hanya menghasilkan minyak nabati yang paling efisien dan produktif, perkebunan sawit juga berpotensi sebagai “lumbung” terbesar yang menghasilkan Vitamin A dan E. Studi Kumar and Krishna (2014) menyebutkan bahwa kandungan Vitamin A (beta-carotene) pada minyak sawit sekitar 569 ppm, sedangkan kandungan vitamin E (tocopherol, tocotrienols) mencapai sekitar 1367 ppm. Kandungan Vitamin A dalam minyak sawit lebih tinggi dibandingkan sayur dan buah, begitu juga dengan kandungan Vitamin E pada minyak sawit lebih tinggi dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. Namun selama ini potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan optimal.

 

Di sisi lain, kebutuhan Vitamin A dan E Indonesia setiap tahun juga terus meningkat sehingga menyebabkan harus mengimpor. Nilai impor Vitamin A dan E mengalami peningkatan dari USD 8.6 juta menjadi USD 52 juta atau meningkat lebih 6 kali lipat dalam periode yang sama. Kondisi ini tentu saja berdampak pada neraca perdagangan Indonesia.

Subsitusi impor Vitamin A dan E menjadi kebutuhan nasional yang mendesak ke depan seiring dengan meningkatnya kebutuhan vitamin tersebut.  Oleh karena itu, diperlukan strategi subsitusi impor untuk mensubstitusi Vitamin A dan E impor dengan memanen Vitamin A dan E dari perkebunan sawit Indonesia. Jika dilakukan pengembangan teknologi pemanenan Vitamin A dan E dari proses pengolahan minyak sawit, perkebunan sawit Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat global.

Download Journal

English Version

Indonesian Version