JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.24 OIL PALM PLANTATIONS HAVE ECOLOGICAL FUNCTIONS SIMILAR TO FOREST

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

8
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

When compared between oil palm and forest (Table 1). In netto, each hectare of oil palm plantations absorbs about 64.5 tons of carbon dioxide annually and produces about 18.7 tons of oxygen. Meanwhile, forest in a netto able to absorb about 42.4 tons of carbon dioxide and produce about 7.1 tons of oxygen. It’s menas capability of oil palm plantation in the functions are of absorbing carbon dioxide and producing oxygen, oil palm plantations are actually superior than forest.

Oil palm plantations when compared to forest have a better ability to generate energy, absorb carbon dioxide, and generate more oxygen into the atmosphere. But forest are better at storing energy (biomass). Meanwhile, in terms of water management functions, oil palm plantations generally have the same role in conservation and hydrological functions compared to forest. From these explanation, role of oil palm plantations that similar as a forest plants, so it’s iportant to consider the idea of including they as a forest plants.

In terms of the role and performance of energy harvesting, oil palm plantations are superior to forest in terms of a higher radiation energy conversion efficiency of 1.7 g mj, while forest efficiency is only 0.9 g/mj. Oil palm plantations are also superior in terms of photosynthetic efficiency, incremental biomass and dry matter productivity. Meanwhile, forest is better at storing energy (biomass). However, if what is needed in forest area management is how to produce more efficient energy, absorb more carbon dioxide and produce more oxygen, then oil palm plantations are the answer to that question.

Meanwhile, in terms of water management functions, oil palm plantations generally have the same role in conservation and hydrological functions compared to forest. Oil palm plantations that have a fairly long production cycle of around 25 years (from planting to replanting) mean that this hydrological and conservation function lasts for at least 25 years. By including oil palm as a forest plant category, it is possible for palm oil tree to be planted in Industrial Plantation Forest (read: Hutan Tanaman Industri/HTI) or Social Forest (read: Hutan Sosial). In addition, the issue of oil palm plantations as the main cause of Indonesia’s deforestation will be suppressed.

Jika dibandingkan antara kelapa sawit dan hutan dalam kinerja fotosintesis dapat dilihat bahwa setiap hektar kebun sawit secara netto menyerap sekitar 64.5 ton karbon dioksida setiap tahun dan menghasilkan oksigen sekitar 18.7 ton. Sedangkan hutan secara netto menyerap sekitar 42.4 ton karbon dioksida dan menghasilkan oksigen sekitar 7.1 ton. Artinya kemampuan perkebunan sawit dalam fungsi penyerapan karbon dioksida dan produksi oksigen lebih lebih unggul daripada hutan.

Dalam peran dan kinerja pemanenan energi, kebun sawit lebih unggul jika dibandingkan hutan baik dalam efisiensi konversi energi radiasi yang lebih tinggi yaitu 1.7 g/mj, sedangkan efisiensi hutan hanya sebesar 0.9 g/mj. Kebun sawit juga lebih unggul dalam aspek efisiensi fotosintesis, efisiensi konversi energi, incremental biomass dan produktivitas bahan kering. Sementara itu, hutan lebih baik dalam penyimpanan energi (biomass). Namun, jika yang diperlukan dalam pengelolaan kawasan hutan adalah bagaimana menghasilkan energi yang lebih efisien, menyerap karbon dioksida yang lebih banyak dan menghasilkan oksigen yang lebih besar maka perkebunan kelapa sawit menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sedangkan dari sisi fungsi tata air, perkebunan kelapa sawit secara umum memiliki peran yang sama dalam fungsi konservasi dan hidrologis dibandingkan dengan hutan. Perkebunan kelapa sawit yang memiliki siklus produksi yang cukup panjang yakni sekitar 25 tahun (sejak ditanam sampai replanting) berarti fungsi konservasi dan hidrologis tersebut berlangsung setidaknya sampai 25 tahun.

Dilihat dari ketiga fungsi tersebut menunjukkan bahwa kebun sawit memiliki peran yang menyerupai tanaman hutan, maka gagasan untuk memasukkan tanaman kelapa sawit sebagai tanaman hutan penting untuk dipertimbangkan. Dengan dimasukkanya kelapa sawit dengan kategori tanaman hutan, memungkinkan kelapa sawit dapat ditanam pada kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) atau Hutan Sosial. Selain itu, isu perkebunan kelapa sawit sebagai penyebab utama deforestasi Indonesia akan dapat ditekan.
Download Journal

English Version

Indonesian Version