JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.36 : OLEOCHEMICALS IN INDONESIA’S PALM OIL DOWNSTREAM INDUSTRY

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

As the largest producer of palm oil in the world, Indonesia also has the opportunity to become the global largest producer of downstream palm oil products, one of which is palm oil-based oleochemical products. On the other hand, increasing global consumer awareness of the environment has an impact on decreasing demand for fossil oil-based petrochemical products. This condition is the right momentum for palm oil-based oleochemical products that are ecologically superior (renewable, biodegradable and non-toxic) to substitute for petrochemicals.

The oleochemical industry in Indonesia also showed positive and significant growth both in terms of production capacity and realization in the last 5 years. The downstream ecosystem that drives the growth of the oleochemical industry is the downstream ecosystem created by the government with a combination of comprehensive and progresive export tax policy instruments (duty and levy) on palm oil and its derivatives, as well as downstream policies including the mandatory B-30. These policies create incentives for development of the domestic palm oil-based oleochemical industry.

The oleochemical industry also has great prospects as a petrochemical substitute, most of which comes from imports (import substitution) and provides economic benefits (saving foreign exchange imports and creating domestic added value) as well as ecological benefits. These economic and ecological benefits are not only enjoyed by the Indonesian community, but also by the global community through the export of products (intermediate and finished) of palm oil-based oleochemicals (export promotion).

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki peluang menjadi produsen terbesar dunia untuk produk-produk hilir sawit salah satunya produk oleokimia sawit. Di sisi lain, meningkatnya global consumer awareness terhadap lingkungan juga berdampak pada penurunan demand produk petrokimia berbasis minyak fosil. Kondisi ini dapat dijadikan momentum yang tepat bagi produk oleokimia berbasis minyak sawit yang lebih unggul secara ekologi (renewable, biodegradable dan non-toxic) untuk mensubtitusi petrokimia.

Industri oleokimia Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang positif dan signifikan baik dari kapasitas produksi dan realisasinya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Faktor yang mendorong terjadinya pertumbuhan industri oleokimia adalah adanya ekosistem hilirisasi yang diciptakan pemerintah dengan instrumen kombinasi kebijakan pajak ekspor (duty dan levy) ekspor sawit dan produk turunannya yang komprehensif dan progresigf serta kebijakan hilirisasi termasuk mandatory B-30. Kedua kebijakan tersebut menciptakan insentif bagi pengembangan industri oleokimia berbasis minyak sawit domestik.

Industri oleokimia juga memiliki prospek yang besar sebagai subsitusi petrokimia yang sebagian besar bersumber dari impor (substitusi impor) dan memberikan manfaat ekonomi (penghematan devisa impor dan menciptakan nilai tambah domestik) maupun manfaat ekologi. Manfaat ekonomi dan ekologis tersebut juga tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat dunia melalui kegiatan ekspor produk (antara dan jadi) berbasis oleokimia sawit (promosi ekspor).
Download Journal

English Version

Indonesian Version