JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.18 PALM OIL INDUSTRY SAVES GLOBAL DEFORESTATION?

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

8
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

In the last 20 years, the palm oil industry has received the spotlight from the global community, one of which is the linking of palm oil production growth with deforestation, where this issue has also become the theme of anti-palm oil NGO campaign. This also shows that the global community’s strong commitment to choosing vegetable oil production sources that are efficient in deforestation and even zero deforestation.

Oil palm has been proven to be the most efficient vegetable oil crop in land use or saved deforestation. This is due to the higher productivity of palm oil compared to soybean, rapeseed, and sunflower crops in producing one ton of vegetable oil. This fact also proven from the simulation shows that the presence of palm oil has saved the global deforestation of 167 million hectares to supply vegetable oil by 2020. In addition, to meet the need for vegetable oil towards 2050 and without causing deforestation, increasing the productivity of palm oil to 6.5 tons is the best solution.

This fact makes it clear that the palm oil phase-out campaign and policy using arguments to reduce deforestation will trigger a wider expansion of global deforestation. Conversely, promoting the use of palm oil as the global vegetable oil will have an impact on saving global deforestation.

Dalam 20 tahun terakhir, industri minyak sawit dunia memperoleh sorotan dari masyarakat global salah satunya mengenai pengkaitan pertumbuhan produksi minyak sawit dunia dengan deforestasi, dimana isu ini juga menjadi tema kampanye NGO anti sawit global yang semakin intensif. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen kuat masyarakat global untuk memilih sumber produksi minyak nabati yang hemat deforestasi bahkan zero deforestation.

Kelapa sawit terbukti menjadi tanaman minyak nabati paling efisien dalam penggunaan lahan atau dapat dikatakan juga sebagai tanaman minyak nabati yang hemat deforestasi. Hal ini dikarenakan produktivitasnya yang relatif tinggi dibandingkan produktivitas tanaman kedelai, rapeseed dan bunga matahari dalam menghasilkan satu ton minyak nabati. Fakta tersebut juga dapat dibuktikan dari hasil simulasi yang menunjukkan kehadiran minyak sawit telah menghemat deforestasi dunia seluas 167 juta hektar dalam rangka menyediakan minyak nabati pada tahun 2020. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati menuju 2050 dengan tanpa menyebabkan deforestasi, peningkatan produktivitas minyak sawit menjadi 6.5 ton per hektar merupakan solusi terbaik.

Fakta tersebut membuat semakin jelas bahwa kampanye maupun kebijakan phase-out minyak sawit dengan menggunakan argumen untuk mengurangi deforestasi, justru akan semakin memicu perluasan deforestasi dunia yang lebih luas. Sebaliknya, dengan mempromosikan penggunaan minyak sawit sebagai minyak nabati dunia akan berdampak pada penghematan deforestasi dunia.

Download Journal

English Version

Indonesian Version