JOURNAL MONITOR EDITION 26 : THE POTENTIAL OF SUPPLYING PALM OIL-BASED VITAMIN A TO FULFILL DOMESTIC NEEDS

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

8
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

The supply of vitamin A in Indonesia comes from imports. The volume of Vitamin A products and its derivatives (HS 2936.21.00) imported by Indonesia amounted to 227 tons in 2001 and has more than doubled to 469 tons in 2019. And the import value also has increased from USD 4.38 million to USD 26.97 million during the 2001-2019 period. Most of the source countries of Vitamin A and its derivatives imported by Indonesia comes from Germany (40 percent) and Switzerland (30 percent) and two multinasional companies as a supplier the product to Indonesia, namely BASF (Germany) and Roche (France).

It is estimated that the need for vitamin A in the future for both pharmaceutical and food needs will be even greater and will continue to increase, considering the implementation of SNI 7709: 2019, namely the mandatory policy of fortification of Vitamin A and/or Pro-vitamin A in palm cooking oil product. The aspects that need to be considered in the implementation of the Indonesian National Standard is the supply of vitamin A still imported and not produced domestically. If it continues to rely on imports from international cartel producers, it has the potential to disrupt food security and national economic resilience and threaten Indonesia’s stability and sovereignty in the supply of cooking oil.

In addition, the need for vitamin A is also expected to continue to increase along with the need for micronutrients needed by the body which for increasing body immunity in the midst of the Covid-19 pandemic. This show that increasing needs for these products in the future. The implication is  more foreign exchange will be sacrified to import these products and causing a higher deficit in Indonesia’s trade balance.

Therefore, the fulfillment of need for vitamin A or pro-vitamin A must be sourced from domestic industrial production by utilizing local resources. Palm oil is the richest source of natural carotenoids with a large β-carotene content dan rich of an antioxidant and natural precursor to vitamin A. Processing palm oil into Virgin Red Palm Oil (VRPO) is one of the solutions to develop vitamin or pro-vitamin A which is produce by domestic pharmatical industry, which can be used in both the health or food sectors as a fortivican. Therefore, the largest potential of palm oil and VRPO as a source of vitamin or pro vitamin A must to be maximally utilize through the development of palm oil based vitamin A industry which is must be prompltly encouraged and accelerated.

Penyediaan vitamin A di Indonesia saat ini berasal dari impor. Volume produk Vitamin A  dan turunannya (HS 2936.21.00) yang diimpor Indonesia sebesar 227 ton tahun 2001 dan mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat menjadi 469 ton pada tahun 2019. Nilai impor produk tersebut juga mengalami peningkatan yakni dari USD 4.38 juta USD menjadi 26.97 juta pada periode tersebut. Sebagian besar negara sumber Vitamin A dan turunannya yang diimpor oleh Indonesia berasal dari Jerman (40 persen) dan Swis (30 persen) dan dua perusahaan multinasional yang banyak memasok vitamin A ke Indonesia  adalah BASF (Jerman) dan Roche (Perancis).

Diperkirakan kebutuhan vitamin A kedepan baik untuk kebutuhan farmasi dan pangan akan semakin besar dan terus mengalami peningkatan, mengingat implementasi SNI 7709:2019 yakni kebijakan mandatori fortifikasi Vitamin A dan/atau Pro-vitamin A pada Minyak Goreng Sawit (MGS). Aspek yang perlu diperhatikan dalam implementasi SNI tersebut adalah penyediaan Vitamin A saat ini masih bersumber dari impor dan belum diproduksi di dalam negeri. Jika tetap mengandalkan impor dari produsen kartel internasional berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi nasional serta dapat mengancam stabilitas dan kedaulatan Indonesia dalam penyediaan minyak goreng.

Selain itu, kebutuhan vitamin A juga diperkirakan akan terus meningkat dengan kebutuhan micronutrisi dibutuhkan oleh tubuh yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Hal ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan produk tersebut di masa depan. Implikasinya adalah akan semakin banyak mengorbankan devisa untuk mengimpor produk tersebut sehingga menyebabkan semakin tingginya defisit neraca perdagangan Indonesia.

Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan vitamin A atau pro-vitamin A harus bersumber dari produksi industri dalam negeri dengan memanfaatkan sumber daya lokal perlu segera dilakukan. Minyak sawit merupakan richest source of natural carotenoid dengan kandungan β-karoten yang besar dan kaya akan antioksidan serta sebagai prekusor alami vitamin A. Pengolahan minyak sawit menjadi Virgin Red Palm Oil (VRPO) merupakan salah satu solusi pengembangan produksi pro-vitamin atau vitamin A. Besarnya potensi minyak sawit termasuk VRPO sebagai sumber pro-vitamin A yang dapat dimanfaatkan oleh industri di Indonesia baik sebagai produk kesehatan maupun fortifikan alami untuk produk pangan sebagai fortifikan. Oleh karena itu, besarnya potensi minyak sawit dan VRPO sebagai salah satu sumber vitamin atau pro-vitamin A perlu dimanfaatkan dengan maksimal melalui pembangunan dan pengembangan industri vitamin A berbasis minyak sawit yang harus segera didorong dan dipercepat
Download Journal

English Version

Indonesian Version