JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.39 : THE PALM OIL INDUSTRY AS A GLOBAL CLIMATE CHANGE SOLUTION

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian
Global warming and global climate change have become a problem and concern for the global community. Due to the fact that this phenomenon has the potential to cause significant losses and even threaten the sustainability of life on Earth. Regarding the impacts and losses, the global community has agreed to make efforts to mitigate and overcome climate change. The global commitment to climate change mitigation is also contained in one of the 17 Sustainable Development Goals (SDGs) for the 2015-2030 period, namely Climate Action (SDG-13). This means that every person, company, industry, sector, country wherever and whenever needs to place themselves as part of the global climate change solution and mitigate its impacts. The palm oil industry is a part of the global industry, placing itself as a solution to the problem of global warming and global climate change through two simultaneous ways. The first way is to reduce the concentration of GHG in the earth’s atmosphere through the mechanism of assimilation photosynthesis and phytosequestration of carbon. The characteristics of oil palm plantations have implications for their ability to absorb relatively large amounts of CO2 from the earth’s atmosphere and store it in biomass. The second way is through the substitution of fossil energy with palm oil-based biofuels. GHG emissions can be reduced by 50-62 percent by substituting palm oil biodiesel for diesel fossil. Empirical evidence is that the implementation of the B30 program in Indonesia has succeeded in reducing carbon emissions by 22.3 million tons of CO2 eq.
Pemanasan global dan perubahan iklim global telah menjadi masalah dan perhatian masyarakat dunia. Hal ini dikarenakan fenomena tersebut dapat menimbulkan banyak kerugian bahkan dapat mengancam keberlanjutan kehidupan di planet bumi. Berkaitan dengan besarnya dampak dan kerugian yang ditimbulkan, komunitas global sepakat untuk melakukan upaya mitigasi dan penanggulangan perubahan iklim. Komitmen global untuk mitigasi perubahan iklim juga tertuang dalam salah satu dari 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) periode tahun 2015-2030 yakni Climate Action (SDG-13). Artinya setiap orang, perusahaan, industri, sektor, negara dimanapun dan kapanpun perlu menempatkan diri sebagai bagian solusi perubahan iklim global dan melakukan mitigasi mengatasi dampaknya. Industri sawit merupakan bagian dari industri global menempatkan diri untuk hadir sebagai solusi atas masalah pemanasan global dan perubahan iklim global melalui dua cara secara simultan. Cara pertama yakni mengurangi konsentrasi GHG pada atmosfir bumi melalui mekanisme fotosintesis asimilasi dan phytosequestration karbon. Karakteristik perkebunan sawit yang demikian berimplikasi pada kemampuannya untuk menyerap CO2 dari atmosfir bumi dalam jumlah relatif besar dan menyimpannya pada biomassa. Cara kedua melalui subsitusi energi fosil dengan biofuel sawit. Biodiesel sawit memiliki kemampuan untuk menurunkan emisi sekitar 50-62 persen. Bukti empirisnya adalah implementasi program B30 di Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon sebanyak 22.3 juta ton CO2 eq.
Download Journal

English Version

Indonesian Version