JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.8 : PALM OIL AND FOOD-FUEL TRADE-OFF ISSUE

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

Biofuels produced from agricultural commodities were developed as a solution to the increasing trend of crude oil prices and reducing emissions as a mitigation of global warming. However, the development of biofuels raises concerns in the global community that a trade-off will occur between the use of agricultural commodities for food and energy, which will have an impact on increasing food commodity prices.

Biodiesel is one of biofuel products has increased significantly in the last decade. This also has implications of the use of palm oil as the main feedstock for the global biodiesel industry which has also increased. However, the increased use of palm oil as feedstock has not been followed by an increase in the price of palm oil. This shows that the food-fuel trade-off issue on the global palm oil market does not exist.

The potential for palm oil to minimize the issue of trade-off because it has such as large volumes, stable supply throughout the year, and competitive prices. The presence of palm oil in the global vegetable oil market gives benefits to the community by fulfilling food and energy needs. Not only that because palm oil has role to preventing excessive increases in vegetable oil prices, the global community also enjoy benefits from food and biodiesel based on other vegetable oils such as soybean oil, rapeseed oil, and sunflower seed oil. If we linked to the SDGs, palm oil and other vegetable oils can contribute to the achievement of SDG-2 (Zero Hunger) and SDG-7 (Affordable and Clean Energy).

Biofuel berbasis komoditas pertanian dikembangkan sebagai solusi atas tren kenaikan harga minyak fosil dan pengurangan emisi sebagai mitigasi global warming. Namun, pengembangan biofuel menimbulkan kekhawatiran masyarakat global akan terjadi trade-off antara penggunaan komoditas pertanian untuk pangan dan energi yang berdampak pada peningkatan harga komoditas pangan.

Biodiesel yang merupakan salah satu produk biofuel, telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam satu dekade terakhir. Hal ini juga berimplikasi pada penggunaan minyak sawit sebagai feedstock utama untuk industri biodiesel dunia yang juga mengalami peningkatan. Namun, peningkatan penggunaan minyak sawit sebagai feedstock tidak disertai dengan peningkatan harga minyak sawit. Hal ini menunjukkan bahwa isu food-fuel trade-off pada pasar minyak sawit dunia tidak terjadi.

Potensi minyak sawit untuk meminimalisir trade-off tersebut karena minyak sawit memiliki keunggulan yaitu volume besar, pasokan stabil sepanjang tahun dan harga kompetitif. Kehadiran minyak sawit pada pasar minyak nabati dunia memberi manfaat bagi masyarakat dunia dengan terpenuhinya kebutuhan pangan maupun untuk energi. Tidak hanya itu karena minyak sawit mampu meredam kenaikan harga berlebihan pada minyak nabati lainnya, sehingga masyarakat dunia juga dapat menikmati manfaat baik dari pangan maupun dari biodiesel berbasis minyak nabati lain seperti minyak kedelai, minyak rapeseed maupun minyak biji bunga matahari. Jika dikaitkan dengan SDGs, minyak sawit beserta ketiga minyak nabati lainnya mampu berkontribusi dalam pencapaian SDG-2 (Zero Hunger) dan SDG-7 (Affordable and Clean Energy)
Download Journal

English Version

Indonesian Version