JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.17 THE CONTRIBUTION OF PALM OIL INDUSTRY IN GLOBAL POVERTY ALLEVIATION

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

In the global development platform, Sustainable Development Goals (SDGs), there are SDGs-1 (No Poverty). This show that global poverty is still a global problem. Globally, the poverty rate in 2020 still reaches 9.4 percent or around 733 thousand people living below the poverty line. Therefore, global stakeholders are still struggling to find solutions to overcome poverty, one of which is through the development of economic activities that have an impact on improving the economy of poor.

The palm oil industry is considered becomes a solution to help reducing the global poverty through three pathways, i.e the plantation, the downstream palm oil in importer countries, and the consumption.

 

Various studies showed that the development of oil palm plantations in the producer countries (1st pathway) can significantly contribute to reducing poverty (poverty alleviation). Meanwhile, downstream palm oil in the importer countries (2nd pathway) also has an important role in reducing poverty through job creation and income-generating. Meanwhile, through consumption (3rd path), palm oil is affordable edible oil for the poor due to lower prices. In addition, palm oil becomes a buffer that can prevent the price of soybean oil, rapeseed oil, and sunflower seed oil, so that the poor can consume these vegetable oils.

Dalam platform pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs) terdapat SDGs-1 (No Poverty). Hal ini menunjukkan bahwa kemiskinan dunia masih menjadi permasalahan global. Tingkat kemiskinan dunia pada tahun 2020 masih mencapai 9.4 persen atau sekitar 733 ribu orang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, seluruh stakeholder dunia masih berjuang mencari solusi untuk mengatasi kemiskinan dunia, salah satunya melalui pengembangan kegiatan ekonomi yang berdampak pada penduduk miskin.

Industri sawit dunia dinilai dapat menjadi solusi untuk membantu penurunan kemiskinan dunia melalui tiga jalur yaiu jalur perkebunan, jalur hilirisasi di negara importir dan jalur konsumsi.

 

Berbagai studi menunjukkan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit di negara-negara produsen minyak sawit dunia (jalur 1) dapat berkontribusi signifikan pada pengurangan kemiskinan di negara tersebut. Sementara itu, kegiatan hilir minyak sawit di negara-negara importir minyak sawit dunia (jalur 2) juga memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan melalui job creation dan income generating. Sedangkan melalui jalur konsumsi (jalur 3), minyak sawit menjadi minyak nabati mudah dijangkau (affordable edible oils) oleh masyarakat miskin dunia karena harganya yang lebih murah. Selain itu, minyak sawit juga dapat meredam kenaikan harga berlebihan dari minyak kedelai, minyak rapeseed dan minyak biji bunga matahari, sehingga masyarakat miskin dapat mengkonsumsi ketiga minyak nabati tersebut.

Download Journal

English Version

Indonesian Version