JOURNAL MONITOR EDITION 20 : SPENT BLEACHING EARTH (SBE), THE HIDDEN TREASURE FROM WASTE OF THE PALM OIL REFINERY PLANT

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

The use of Bleaching Earth in the CPO refining process aims to remove sap, heavy metals, and absorb colour pigments in palm oil. In addition to producing RBDPO and PFAD, this process also produces solid waste, namely Spent Bleaching Earth (SBE) containing metal material and oil residues. Although metal content in SBE not classified as heavy metals and palm oil residues in SBE in large amounts/quantities, becomes an argument that the waste is a hazardous waste category that is considered to have a risk of explosion, flammability, reactive, infectious, corrosive and toxic. So based on Government Regulations 101/2014, these SBE wastes are classified as category 2 of hazardous and toxic waste from specific specific sources with code B413.

Given the large volume of SBE waste and classified as hazardous and toxic waste, and become the problems faced by the palm cooking oil industry. The development of SBE waste management industries that have licenses in Indonesia are still very lower. This is causes a pile up of SBE waste. The SBE stockpile also has the potential to create legal risks both for the refinery industry (and downstream industry) and waste management service providers, if the waste is only left on open land.

On the other hand, research on the use of SBE is widely carried out. Various studies have resulted in a conclusion that SBE is an input that can be used for a variety of products that have high economic value. Although categorized as hazardous and toxic waste, SBE processing using Solvent Extraction technology can produce Recovered Oil (R-Oil) and De-oiled Bleaching Earth (De-Obe) products that can be used as raw materials.

R-Oil is used as a feedstock for biodiesel and lubricants/biolubrikan. Meanwhile, De-OBE can be used as raw material for construction/building materials (concrete, cement and brick), bio-organic fertilizer, NPK fertilizer and animal feed. De-OBE products are also recycled and produce Bleaching Earth/RBE Reactivation for BE substitution in the CPO refining process.

The development of eco-friendly and sustainable product markets should be able to be an incentive for SBE processing industries and industries that use SBE as production inputs in Indonesia. Therefore, government regulations/policies are needed as an incentive for investors to develop SBE processing industries in Indonesia, especially in the oil palm center region. So that the industry is expected to produce a large multiplier effect for the regional economy as well as opportunities for the palm oil industry to become a green industry.

Penggunaan Bleaching Earth pada proses rafinasi CPO bertujuan untuk untuk menghilangkan getah, logam berat, dan menyerap zat warna pada minyak sawit.  Selain menghasilkan RBDPO dan PFAD, proses ini juga menghasilkan limbah padat yaitu Spent Bleaching Earth (SBE) yang mengandung material logam dan residu minyak. Meskipun kandungan logam bukan tergolong logam berat dan residu minyak sawit dalam SBE dalam jumlah/kuantitas yang besar, menjadi argumen bahwa limbah tersebut merupakan limbah kategori limbahh B3 yang dianggap memiliki resiko mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, korosif dan beracun. Sehingga berdasarkan PP 101/2014, limbah SBE tersebut dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Kategori 2 dari Sumber Spesifik Khusus dengan kode B413.

Mengingat banyaknya volume limbah SBE dan tergolong sebagai B3 dan menjadi salah satu problem yang dihadapi oleh industri MGS. Pengembangan industri pengelola limbah SBE yang memiliki izin di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini menyebabkan menumpuknya timbunan limbah SBE. Timbunan SBE tersebut juga berpotensi menimbulkan resiko hukum baik bagi industri refinery maupun penyedia jasa pengelola limbah B3, jika limbah tersebut hanya dibiarkan pada lahan terbuka.

Di sisi lain, penelitian mengenai pemanfaatan SBE banyak dilakukan. Berbagai penelitian tersebut menghasilkan satu kesimpulan bahwa SBE merupakan input yang dapat digunakan untuk berbagai macam produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Meskipun dikategorikan sebagai limbah B3, pengolahan SBE dengan menggunakan teknologi Solvent Extraction dapat menghasilkan produk Recovered Oil (R-Oil) dan De-oiled Bleaching Earth (De-Obe) yang dapat digunakan sebagai bahan baku.

R-Oil digunakan sebagai feedstock (bahan baku) untuk biodiesel dan pelumas/biolubrikan. Sementara itu, De-OBE dapat digunakan sebagai bahan baku untuk bahan konstruksi/bangunan (beton, semen, dan bata), pupuk bio-organik, pupuk NPK dan pakan ternak. Produk De-OBE juga di-recycle dan menghasilkan Reaktivasi Bleaching Earth/RBE untuk substitusi BE pada proses rafinasi CPO.

Berkembangnya pasar produk eco-friendly dan sustainable seharusnya dapat menjadi insentif bagi industri pengolahan SBE maupun industri yang menggunakan SBE sebagai input produksinya di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan regulasi/kebijakan pemerintah sebagai insentif bagi investor untuk mengembangkan Iindustri pengolahan SBE di Indonesia khususnya di daerah sentra sawit. Sehingga industri tersebut diharapkan dapat menghasilkan multiplier effect yang besar bagi perekonomian daerah sekaligus juga peluang bagi industri sawit menjadi green industry.

Download Journal

English Version

Indonesian Version