JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.7 : SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) AND SUSTAINABILITY STANDARDS FOR GLOBAL VEGETABLE OIL

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

4
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian

In 2015, United Nations (UN) launched Sustainable Development Goals (SDGs) as a new platform for global development for 2015-2030. The achievement of the SDGs must be carried out by all stakeholders in the global development sectors, both by government and private institutions, at the level of industry/companies or sectors, or in regional, national to global scale. Therefore, SDGs need to be used as the main reference and guideline both in economic activities such as trade and the drafting of quality standards in each field.

SDGs has 17 main goals and can be grouped into three pillars namely: economic, social and environment. The combination of these pillars also presents a global paradigm and new values, this concept are relatively, holistic, global, participatory, and multidimensional. However, many international trade policies and sustainability certification systems established by each country dont reflect this concept, thus inhibiting the achievement of SDGs.

It should be if the trade policies or sustainability certification systems has adopted this concept, there is no vegetable oil that is categorized as sustainable or unsustainable, but the existing term is vegetable oil is more sustainable than others, so that it can encourage all vegetable oils to collaborate to contribute to the achievement of the SDGs.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 telah me-launching Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai platform baru pembangunan dunia untuk tahun 2015-2030. Pencapaian SDGs wajib dilakukan oleh seluruh stakeholder pembangunan di dunia baik oleh lembaga pemerintah maupun swasta, pada level perusahaan industri atau sektor, atau dalam cakupan regional, nasional hingga global. Oleh karena itu, SDGs perlu dijadikan sebagai acuan dan pedoman utama baik dalam aktivitas ekonomi seperti perdagangan maupun penyusunan standar mutu di setiap bidang.

SDGs memiliki 17 tujuan utama yang dapat dikelompokkan menjadi tiga pilar yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Kombinasi ketiga pilar tersebut juga menghadirkan paradigma dan nilai-nilai global baru yakni relatif, holistik, global, partisipatif dan multidimensi. Namun saat ini, banyak kebijakan perdagangan internasional dan sistem sertifikasi keberlanjutan yang dibentuk oleh masing-masing negara tidak merefleksikan konsep SDGs tersebut, sehingga menghambat pencapaian SDGs.

 Seharusnya jika kebijakan perdagangan atau sistem sertifikasi keberlanjutan minyak nabati telah mengadopsi konsep SDGs tersebut maka tidak ada minyak nabati yang dikategorikan sebagai minyak nabati yang bekerlanjutan (sustainable) atau minyak nabati yang tidak berkelanjutan (unsustainable), namun istilah yang ada hanya minyak nabati yang satu lebih berkelanjutan (more sustainable) dari minyak nabati lainnya sehingga dapat mendorong seluruh minyak nabati untuk berkolaborasi untuk berkontribusi terhadap pencapaian SDGs.
Download Journal

English Version

Indonesian Version