JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.22 STRATEGIES FOR INDUSTRIALIZATION AND INCREASING PRODUCTIVITY OF OIL PALM PLANTATIONS

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

8
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian
Increasing productivity is a solution to maintain the existence of the national palm oil industry in the future, increase competitiveness to meet sustainable aspects, and become an answer of issues related to deforestation. The strategy to increase palm oil productivity also shows that there is an improvement of industrilization process from the factor-driven and upgrade to the capital-driven and innovation-driven.

 

Opportunities to increase the productivity of national oil palm plantations are still wide open, given the large gap in actual productivity with the potential. Strategies that can be used to increase productivity can be done in two ways, namely increasing partial productivity (improving technical culture according to GAP) and increasing total productivity (replanting). These two strategies can be done by adjusting certain goals, the partial productivity strategy for immature and mature oil palm plantations while the total productivity strategy for old oil palm plantations.

If the S1 and S2 strategies are carried out simultaneously (combined) and consistently, the average national palm oil productivity is expected to reach at least 6 tons of oil per hectare before 2050. With area of national oil palm plantation remains ​​16.3 million hectares, the palm oil production volume will reach 97.8 million hectares or double the production in 2018.

Peningkatan produktivitas menjadi solusi untuk menjaga eksistensi industri sawit nasional di masa depan, meningkatkan daya saing hingga memenuhi aspek sustainable dan menjadi jawaban atas isu pengkaitan dengan deforestasi. Strategi peningkatan produktivitas kelapa sawit juga menunjukkan bahwa terjadi proses peningkatan dari tahap industrialisasi factor-driven yang naik kelas ke tahap capital-driven dan innovation-driven.

 

Peluang untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional masih terbuka luas, mengingat besarnya gap produktivitas yang dicapai dengan potensi. Strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan dua cara yakni peningkatan produktivitas parsial (memperbaiki kultur teknis sesuai GAP) dan peningkatan produktivitas total (replanting). Kedua strategi ini disesuaikan dengan kebun sawit yang dituju, seperti strategi peningkatan produktivitas parsial ditujukan pada kebun sawit TBM dan TM sedangkan strategi produktivitas total ditujukan pada kebun kelapa sawit yang berumur tua atau renta.

Jika strategi S1dan S2 tersebut dilakukan secara simultan (kombinasi) dan  konsisten, maka rata-rata produktivitas sawit nasional diharapkan mencapai setidaknya 6 ton minyak per hektar sebelum tahun 2050. Dengan luas kebun sawit nasional yang tetap yakni 16.3 juta hektar, maka akan diperoleh volume produksi minyak sawit mencapai 97.8 juta hektar atau dua kali lipat dari produksi tahun 2018.

Download Journal

English Version

Indonesian Version