LOGO PASPI WEB

Kelapa Sawit Sebagai Bagian dari Kehidupan

Penulis : Tiurma Sinaga
Mahasiswi Fakultas Pertanian Program Studi Agroekoteknologi – Universitas Mulawarman
Universitas Mulawarman

Kelapa sawit merupakan tumbuhan perkebunan yang berguna sebagai penghasil minyak nabati, minyak industri, maupun bahan bakar. Industri minyak sawit yakni menghasilkan bahan pangan (oleofood), biomaterial (ratusan produk), bioenergi (biodiesel, biopremium, biogas, bioavtur, biolistrik) dan jasa lingkungan (penyerapan karbon dioksida, penghasil oksigen, peningkatan biomas lahan, konservasi tanah dan air). Pohon kelapa sawit terdiri dari dua spesies yaitu elaeis guineensis dan elaeis oleifera yang digunakan untuk pertanian komersial dalam pengeluaran minyak kelapa sawit.

Kelapa sawit termasuk tumbuhan yang tingginya dapat mencapai 0 – 24 meter. Bunga dan buahnya berupa tandan, serta bercabang banyak. Buahnya kecil, apabila masak berwarna merah kehitaman. Daging dan kulit buah kelapa sawit mengandung minyak. Kelapa sawit menjadi populer setelah revolusi industri pada akhir abad ke-19 yang menyebabkan tingginya permintaan minyak nabati untuk kebutuhan bahan pangan dan industri sabun (Dinas Perkebunan Indonesia, 2007: 1).

Sejak tahun 2006 Indonesia telah berhasil menjadi negara produsen minyak sawit terbesar dunia loh. Keberhasilan Indonesia tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu revolusi minyak nabati tropis. Dengan serangkaian kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah khususnya sejak tahun 1980 ikut mewarnai perkembangan industri sawit Indonesia. Salah satunya adalah keberhasilan program kemitraan antara sawit rakyat dengan perusahaan BUMN dan swasta (PASPI 2018). Dari 64 juta ton produksi sawit dunia, Indonesia menyumbang lebih dari setengahnya yaitu 35 juta.

Sawit dalam perekonomian pada suatu daerah

Indonesia menyumbang 54 persen dari produksi minyak sawit dunia. Kelapa sawit tidak hanya telah menjelma menjadi penyumbang paling penting devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat, namun juga menjadi penggerak perekonomian wilayah, menyerap tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan di pedesaan. Kelapa sawit telah berkembang dari luas 300 ribu ha di tahun 1980 menjadi saat ini 16,1 juta ha (menurut data GAPKI), dengan produksi CPO sebesar 40 juta ton. Perlu disampaikan bahwa pangsa perkebunan rakyat terus meningkat, dan saat ini telah menjadi 52 persen dari seluruh luas kebun. Luas total perkebunan rakyat diduga telah mencapai 9 juta ha, bukan lagi 6 juta ha sebagaimana sering diberitakan. Sementara, luas kebun kelapa sawit BUMN relatif sedikit yakni hanya 515 ha.

Keberadaan perkebunan sawit dapat membantu pusat pertumbuhan perekonomian di suatu daerah. Hal ini menjadi andalan penopang ekonomi bagi suatu daerah (PASPI).

Komparasi Biodiversity pada minyak nabati

Perkebunan sawit dikembangkan di zona tropis yaitu zona permukaan bumi yang kaya sinar matahari dan air. Berbeda dengan tanaman minyak nabati utama lain (minyak kedelai, minyak rapeseed, minyak biji bunga matahari) yang berukuran relatif kecil dan tergolong tanaman setahun/musiman, kelapa sawit merupakan tanaman perenial yang memiliki ukuran relatif besar, tumbuh relatif cepat dan memiliki canopy cover mendekati 100 persen.

Tanaman kelapa sawit ditanam dengan minimum tillage, minimum weeding, tidak ada ratoons, akan tumbuh dan berproduksi selama satu siklus (life span) yang panjang selama 25- 30 tahun. Selain produk utama berupa minyak sawit, kelapa sawit juga memproduksi biomass yang cukup besar.

Berdasarkan data USDA (2021) pada tahun 2020, produktivitas minyak sawit mencapai sekitar 4.4 ton per hektar. Sementara itu, produktivitas minyak kedelai hanya mencapai 0.47 ton per hektar, produktivitas minyak rapeseed sebesar 0.78 ton per hektar dan produktivitas minyak biji bunga matahari sebesar 0.7 ton per hektar. Dengan karakteristik kebun sawit yang demikian, secara teoritis akan mendukung tumbuh berkembangnya biodiversitas kecuali mamalia besar.

Pada saat land clearing atau penanaman mungkin sebagian biodiversitas fauna akan migrasi sebentar ke lokasi sekitar, namun beberapa waktu kemudian akan kembali ke kebun sawit. Beyer et al., (2020) dan Beyer & Rademacher (2021) melakukan studi tentang komparasi biodiversity loss global antar minyak nabati dengan membandingkan biodiversitas tutupan lahan antara sesudah dan sebelum dikonversi menjadi tanaman minyak nabati.

Sawit sebagai paru paru ekosistem

Sawit sebagai paru paru ekosistem yang dapat menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen. Karbondioksida sendiri merupakan sampah beracun yang dapat mengganggu metabolisme tubuh. Sedangkan oksigen sangat penting untuk metabolisme tubuh agar tetap dapat bertumbuh dan hidup. Paru-paru mempunyai peranan yang penting dalam keberlangsungan hidup ekosistem. Setiap detik baik manusia, hewan, kendaraan bermotor hingga pabrik membuang emisi karbondioksida/CO2 ke atmosfer bumi. Emisi karbondioksida menjadi komponen terbesar emisi yang menimbulkan efek gas rumah kaca.

Faktanya pembuangan karbondioksida terbesar (sekitar 70 persen) karena pembakaran bahan bakar minyak bumi. Negara penghasil karbondioksida terbesar adalah negara-negara maju yang menggunakan minyak bumi, serta negara dengan jumlah penduduk tinggi. Akibat dari pembuangan ini adalah udara di bumi yang menjadi semakin panas. Istilah ini kerap dikenal sebagai pemanasan global (global warming). Efek pemanasan ini dapat berdampak dalam perubahan iklim di dunia yang menjadi tak menentu. Seperti banjir, kekeringan, badai dan lain sebagainya. Itulah mengapa, Tuhan menciptakan tanaman kelapa sawit.

Dengan adanya kebun kelapa sawit maka karbondioksida yang terdapat di atmosfer bumi dapat terserap. Melalui metabolisme tanaman ini, maka CO2 dapat terpecah menjadi karbon dan oksigen. Karbon akan diolah menjadi makanan bagi tanaman sehingga dapat menghasilkan minyak dan disimpan (carbon stock) dalam bentuk biomasa. Sedangkan oksigen bermanfaat untuk kehidupan manusia. Perlu kita ketahui, bahwa setiap hektar kebun kelapa sawit dapat menyerap 64.5 ton CO2 dan menghasilkan 18.7 ton O2 per tahun. Semakin luas kebun kelapa sawit, maka semakin banyak pula CO2 yang terserap dan menghasilkan O2 untuk manusia.

Berbeda dengan minyak nabati lainnya yang tidak mengandung tokotrienol. Minyak sawit juga tidak mengandung lemak trans. Dalam proses produksi minyak sawit juga dapat menyehatkan lingkungan karena membersihkan sampah karbondioksida dari udara dan menghasilkan oksigen. Selain itu, mekanisme kedua dari industri sawit dalam rangka menyehatkan kehidupan manusia di planet bumi adalah penyehatan luar tubuh dan lingkungan. Yakni dengan cara produksi dan penggunaan produk oleokimia seperti biosurfaktan berbasis minyak sawit. Oleokimia merupakan senyawa kimia yang dihasilkan dari lemak dan minyak baik yang berasal dari tumbuhan atau hewan.

Seperti yang kita ketahui, produk-produk oleokimia atau biosurfaktan tersebut dapat kita temui di deterjen, shampo, pasta gigi, sabun dan lainnya. Produk higienitas lainnya yang berbasis oleokimia sawit juga menyehatkan lingkungan karena mudah terurai alami, non-toxic dan dapat diperbarui.

Berdasarkan data dan fakta di atas yang telah diuraikan dengan sangat komprehensif menunjukkan bahwa kelapa sawit adalah tanaman minyak nabati yang paling efektif untuk mencegah kerusakan lingkungan dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya. Bahkan kelapa sawit juga menjadi solusi alternatif dalam pelestarian lingkungan dan bumi serta membantu perekonomian suatu daerah.

Share artikel

5 25 votes
Berikan Rating Untuk Artikel Ini
Subscribe
Notify of
guest
25 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Apri Manroe
Apri Manroe
22/06/2022 6:51 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Boleh nihh, saya semakin tau bagaimana sawit menjadi roda penggerak perekonomian

Valentina Manurung
Valentina Manurung
23/06/2022 1:24 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikel nya mantap nihh, bahasanya juga mudah untuk dipahami, agar saya lebih tau lagi tentang Kelapa Sawit yang banyak manfaatnya untuk pertumbuhan Ekonomi.

Chergio
Chergio
23/06/2022 1:25 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Nice, artikel nya menarik sekali tentang kelapa sawit

Valerina Sianturi
Valerina Sianturi
23/06/2022 1:42 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Nice, artikel palmoil ini sangat bermanfaat dan menarik bagi kehidupan supaya kita mengetahui banyak tentang kegunaan kelapa sawit, serta bahasanya mudah dipahami (tidak ambigu)

Jharmiyanto Kurnia Pasangkin
Jharmiyanto Kurnia Pasangkin
23/06/2022 2:02 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Mantep artikelnya nambah wawasan lagii

Ines ginting
Ines ginting
23/06/2022 2:02 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Mantap.. Menambah wawasan saya ternyata kelapa sawit bisa menjadi solusi pelestarian lingkungan.

Miranda
Miranda
23/06/2022 2:25 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikel nya menarik dan sangat menambah wawasan saya

Yos Andreas
Yos Andreas
23/06/2022 2:55 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikelnya keren, mudah dipahami juga untuk penulisannya. Juga menambah wawasan saya tentang kelapa sawit

Jona sinaga
Jona sinaga
23/06/2022 3:03 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Pembahasan nya sangat menarik dan jelas semoga kedepan nya dapat diterapkan dengan baik,serta melestarikan lingkungan dan memberi dampak perekonomian bagi masyarakat.

Mastaria Manurung
Mastaria Manurung
23/06/2022 5:17 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Keren bgt,disini kita tau ga cuma untuk perekonomian suatu negara doang,tpi menyangkut permasalahan” tentang paru” ekosistem,yg berperan gak kalah penting dari tumbuhan lainnya

Robin Sinurat
Robin Sinurat
23/06/2022 6:55 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikel beliau ini sangat menarik

Nelin Sianturi
Nelin Sianturi
23/06/2022 7:22 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Tq buat artikelnya yang sangat bagus dan menarik, juga sangat bermanfaat dan menambah banyak wawasan

Frendy Juliady
Frendy Juliady
23/06/2022 7:54 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Wah mantap bgt nih, sangat menambah wawasan tentang kelapa sawit

Taa
Taa
23/06/2022 10:57 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Wihh bagus bangett nambah wawasan

oscar simbolon
oscar simbolon
23/06/2022 12:48 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

artikel yang sangat menarik

Mei lucu
Mei lucu
23/06/2022 1:02 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikel ini bagus,saya bisa merekomendasikan artikel ini kepada keluarga saya yang berminat berkebun kelapa sawit

Grace arlola
Grace arlola
23/06/2022 1:30 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikelnya sangat mudah di pahami sehingga dapat menambah wawasan saya mengenai kelapa sawit

Morris Mahifin Pasaribu
Morris Mahifin Pasaribu
23/06/2022 1:34 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Mantap
Meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kelapa sawit di Indonesia

Ricky Marthen
Ricky Marthen
23/06/2022 1:45 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Mantap, menambah wawasan

Gery Aginta Ginting
Gery Aginta Ginting
23/06/2022 2:50 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikel nya sangat bagus, bahasa mudah dimengerti dan juga menambah wawasan saya sebagai pembaca

Anisa Dewi Indah Simbolon
Anisa Dewi Indah Simbolon
23/06/2022 2:58 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Wuihhh keren bgt nih
Sangat menambah wawasan dan mengedukasi terkait sawit
Semangat!!

ashcram
ashcram
23/06/2022 3:12 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

mantap

Delfi
Delfi
23/06/2022 9:54 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Nice info

Yemima
Yemima
24/06/2022 12:25 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Artikel bermanfaat dan mudah dipahami

Reja Saragih
Reja Saragih
24/06/2022 12:35 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Nice, artikel yang mudah dipahami dan semakin menambah wawasan terhadap manfaat kelapa sawit.

25
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
MARI BERLANGGANAN PASPI NEWSLETTER