LOGO PASPI WEB

Kontribusi Sawit Dalam Pembangunan Ekonomi, Sosial, Dan Lingkungan

Penulis : Rifki Sandewa
Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman
Universitas Mulawarman

Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit nomor satu di dunia. Kelapa sawit ialah salah satu industri yang sangat strategis dan memiliki daya tahan pada masa pandemi Covid-19. Daya tahan tersebut terbukti ketika kelapa sawit dan produk turunannya menjadi pahlawan devisa yang membuat surplus neraca perdagangan Indonesia dengan memberikan ekspor sebesar U$D 11.9 miliar selama periode Januari-Juli 2020 (PASPI, 2020). Selain itu, industri kelapa sawit memiliki potensi kontribusi yang besar pada pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Indonesia.

Kontribusi kelapa sawit dalam segi pembangunan ekonomi bukan hanya dirasakan oleh pemerintah dan pelaku industri, tetapi berpengaruh terhadap masyarakat di lingkungan industri kelapa sawit. Selain dibukanya lapangan pekerjaan, masyarakat dapat menjadi pemasok dalam penyediaan barang dan jasa di sekitar industri kelapa sawit. Hal tersebut berdampak positif bagi masyarakat sekitar karena dapat mengurangi angka pengangguran dan secara tidak langsung berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.

Masyarakat yang awalnya tidak menyukai keberadaan industri kelapa sawit, dengan berjalannya waktu dapat menyukai bahkan menjadi pelaku agribisnis kelapa sawit. Sekarang ini pandangan masyarakat terhadap industri kelapa sawit telah berubah dan pandangan positif itu terjadi ketika hasil dari agribisnis kelapa sawit dipakai oleh masyarakat untuk membiayai anak-anaknya hingga sarjana. Masyarakat khususnya daerah pedesaan dapat merasakan juga keberadaan industri kelapa sawit dengan adanya perbaikan dan dibukanya akses jalan-jalan perusahaan yang baru sehingga dapat dirasakan pula oleh masyarakat yang memiliki kebun kelapa sawit di sekitar perusahaan.

Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki perusahaan atau industri kelapa sawit digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan sekitar wilayah industri. Kegiatan tersebut bukan hanya formalitas saja atau hanya menggugurkan kewajiban CSR perusahaan kelapa sawit, tetapi kegiatan sosial itu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar operasional perusahaan. Diantaranya bank sampah, air bersih, posko Kesehatan, dan bantu sosial lainnya. Kontribusi sosial yang dilakukan perusahaan merupakan suatu hal yang bersifat wajib karena perusahaan kelapa sawit beroperasi di wilayah tersebut dan peran sosialnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Perusahaan kelapa sawit sering kali beroperasi di wilayah pedalaman, maka dari itu merupakan hal yang wajar ketika masyarakat membutuhkan bantuan sosialnya seperti ketika masyarakat tidak tahu harus kemana membuang sampah. Perusahaan kelapa sawit menyediakan truk untuk mengangkut sampah dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Air bersih sulit didapatkan ketika musim kemarau tiba, perusahaan kelapa sawit membagikan air bersih melalui truk pengangkut air. Rumah sakit jauh dari wilayah tersebut, perusahaan kelapa sawit memiliki ambulance yang siap 24 jam untuk mengantarkan masyarakat yang ingin berobat. Industri kelapa sawit harus memiliki kepekaan terhadap masyarakat sebab selalu membantu sosial masyarakat di tempat mereka beroperasi.

Kontribusi sawit dalam pembangunan sosial tidak hanya itu saja, tetapi masih banyak hal yang belum diuraikan. Seperti membiayai kegiatan sosial masyarakat diantaranya lomba sepakbola, voli, acara agama, dan festival adat setempat. Dampaknya secara tidak langsung dapat dirasakan oleh generasi milenial juga, sebab generasi milenial banyak menghabiskan waktu di depan handphone serta ancaman bahaya narkoba. Dengan adanya kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan dapat menjauhkan generasi milenial dari bahaya yang mengancam masa depan generasi milenial. Oleh karena itu, pembangunan sosial sama dengan pembangunan moral masa depan Indonesia.

Selain itu, terkait permasalahan lingkungan Indonesia disorot oleh negara-negara Eropa ketika kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar akibatnya merusak ekosistem satwa-satwa di dalamnya seperti Orang Utan di Kalimantan dan Harimau di Sumatra. Isu tersebut menghambat ekspor CPO kelapa sawit ke negara-negara Eropa. Oleh karena itu, pembangunan lingkungan sangat dibutuhkan agar isu-isu tersebut dapat dihilangkan dan kepercayaan negara-negara Eropa dapat kembali untuk mengimpor produk-produk turunan kelapa sawit.

Sebab itu, pembangunan lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri tetapi harus bersinergi antara pemerintah dan industri kelapa sawit. Pemerintah dapat membuat peraturan-peraturan mengatasi permasalahan lingkungan dan industri kelapa sawit dapat meminimalisir limbah dalam operasional kegiatan industrinya. Terlepas dari isu-isu kerusakan alam, justru kelapa sawit merupakan tanaman ajaib yang berperan penting dalam menyehatkan kehidupan manusia dan lingkungan dalam ekosistem planet bumi. Terdapat tiga mekanisme bagaimana industri sawit berkontribusi dalam menyehatkan kehidupan manusia dan lingkungan.

Pertama, mekanisme menyehatkan dari dalam tubuh melalui pemenuhan nutrisi dan gizi minyak sawit. Minyak sawit merupakan salah satu bahan pangan sumber energi dan lemak yang telah dikonsumsi oleh manusia. Minyak sawit dikonsumsi hampir semua negara dunia baik sebagai bahan pangan (food use) maupun untuk bahan industri (industrial use). Konsumsi minyak sawit per kapita sebagai bahan pangan mengalami pertumbuhan setiap dari sekitar 2.2 kg/kapita pada periode tahun 1991-2000 menjadi 2.8 kg/kapita pada periode 2001-2011. Sedangkan konsumsi minyak nabati pada tahun 2019 mencapai 18 kg/kapita dan sekitar 30 persen minyak nabati yang dikonsumsi adalah minyak sawit. Oleh karena itu, industri kelapa sawit sebagai penyediaan bahan pangan minyak memiliki kontribusi pada kesehatan dan kebugaran manusia (PASPI, 2021).

Kedua, mekanisme menyehatkan dari luar tubuh dan ekosistem melalui produk oleokimia sawit. Oleokimia ialah senyawa kimia yang dihasilkan dari lemak dan minyak baik bersumber dari tumbuhan (nabati) maupun hewan. Produk yang tergolong sebagai oleokimia dasar mencakup fatty acid, fatty alcohol, dan methyl ester. Produk-produk oleokimia seperti deterjen, sabun, sampo, pasta gigi, hand sanitizer, dan produk higenitas yang memiliki fungsi membersihkan dan merawat tubuh manusia. Produk-produk higenitas berbasis oleokimia tersebut membantu menyehatkan lingkungan karena sifat dari produk tersebut mudah terurai secara alamiah (biodegradable), non toksik, dan bersifat mudah diperbarui (renewable) (PASPI 2021).

Ketiga, mekanisme menyehatkan udara bumi melalui peran perkebunan sawit sebagai “paru-paru dunia” ekosistem planet. Secara alamiah, perkebunan kelapa sawit memiliki kemampuan untuk mendaur ulang dan mencuci sampah karbondioksida (CO2) melalui proses fotosintesis asimilasi (tanaman kelapa sawit menyerap CO2 dari atmosfer bumi). Kontribusi perkebunan sawit terhadap lingkungan sebagai “paru-paru dunia” ekosistem planet, sangat dinikmati seluruh umat manusia di planet bumi dengan berkurangnya emisi karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari kegiatan manusia di seluruh dunia. Dengan adanya perkebunan kelapa sawit, maka sebagian karbondioksida (CO2) dapat diserap kembali. Selain itu, oksigen yang dihasilkan perkebunan sawit dapat dinikmati oleh umat manusia di planet bumi ini (PASPI 2021).

Pandangan terhadap kelapa sawit semakin lama menunjukkan tren positif karena perannya untuk kehidupan manusia khususnya masyarakat Indonesia. Dengan demikian keberadaan kelapa sawit sangat dibutuhkan kontribusinya untuk pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan di Indonesia. Pemerintah dan masyarakat merasakannya bahwa kelapa sawit merupakan komoditas yang memiliki kontribusi yang sangat besar untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara itu, kualitas kelapa sawit perlu juga ditingkatkan agar memiliki daya saing tinggi dengan negara tetangga seperti Malaysia. Dengan begitu industri kelapa sawit dapat berkelanjutan sehingga kontribusinya terus dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Share artikel

5 6 votes
Berikan Rating Untuk Artikel Ini
Subscribe
Notify of
guest
6 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Nur Asia
Nur Asia
22/06/2022 9:45 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Sangat informatif

Nismah
Nismah
22/06/2022 10:58 PM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

mudah dipahami dan sangat menambah wawasan.

Putri
Putri
23/06/2022 12:10 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Keren

Alesha
Alesha
23/06/2022 12:18 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Informasi yang sangat bermanfaat

Destyanita
Destyanita
23/06/2022 12:45 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Keren keren… Semangat ka

Rani
Rani
23/06/2022 5:33 AM
Berikan Rating Untuk Artikel Ini :
     

Bagus

6
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
MARI BERLANGGANAN PASPI NEWSLETTER