JOURNAL MONITOR VOL.2 NO.5 : PALM OIL IS PRO-POOR EDIBLE OILS

Journal Details

Journal Pages Number

Journal Document Type

Available Language

6
PDF
Indonesian, English

Abstract

  • English
  • Indonesian
Palm oil is a pro-poor edible oils, that is characterized by the price of palm oil which is always lower than other edible oils, its own elastic price more inelastic, and its elasticity of income more elastic.

 

In the global edible oil market, palm oil acts as a buffer or damper against excessive price increases for other edible oils (soybean oil, rapeseed oil and sunflower seed oil). This condition very beneficial for the edible oil consumers in the world, especially countries with low-income levels or poor countries, cause they can afford edible oils. This palm oil’s role of possible due to its more competitive price, relatively large volume, and stable supply throughout the year, as well as has substitute relationship with other edible oils.

Palm oil derivative products in the form of food and non-food products such as hygiene products, and toiletries (soap, detergents, and cosmetic products) can fulfill the needs of poor or lower-income people. This is because these products are relatively affordable for them because the product price is cheaper and the availability of products are quite a lot. The implication is that the poor people can fulfill their basic needs, so that their quality of life can improve and the SDG-1 (No Poverty) will be realized.

Minyak sawit merupakan minyak nabati yang pro poor yang dicirikan oleh harga minyak sawit yang selalu lebih rendah dari minyak nabati lainnya, elastisitas harga (own price) yang lebih inelastis dan elastisitas pendapatan yang lebih elastis.

Pada pasar minyak nabati dunia, minyak sawit berperan sebagai peredam kenaikan harga yang berlebihan pada minyak nabati lain (minyak kedelai, minyak rapeseed dan minyak biji bunga matahari). Hal ini akan sangat menguntungkan bagi konsumen minyak nabati dunia khususnya negara dengan tingkat pendapatan yang rendah atau negara miskin, karena mereka dapat menjangkau minyak nabati tersebut. Peran minyak sawit sebagai pengendali harga minyak nabati dunia tersebut dimungkinkan karena harganya yang lebih kompetitif, volume relatif besar dan pasokan stabil sepanjang tahun, serta memiliki hubungan subsitusi (dapat menggantikan) dengan ketiga minyak nabati lainnya.

Produk turunan minyak sawit baik berupa produk pangan maupun non pangan produk higenitas dan toilleteries seperti sabun, deterjen hingga produk kosmetik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari negara berpendapatan rendah atau negara miskin. Hal ini dikarenakan produk-produk berbasis sawit tersebut relatif terjangkau oleh masyarakat kelompok tersebut karena harganya lebih murah dan ketersediaannya besar. Implikasinya masyarakat miskin dapat memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga kualitas hidupnya dapat meningkat dan diharapkan dapat mewujudukan SDG-1 (No Poverty).

Download Journal

English Version

Indonesian Version